Skip to main content

See ya, Mr. Right!

 
 
Jangan terlalu serius membaca tulisanku kali ini. Ini cuman tulisan yang ditulis secara sadar penuh oleh seorang yang masih lebih memilih Single daripada bergandeng dengan siapapun yang mencoba mengikat statusku dengan komitmen.

- - - - - - - -

Hai kamu, yang bahkan tidak aku tahu bayanganmu bagaimana, ini buatmu..
Kamu lelaki yang sedang ku doakan, aku berdiskusi dengan Tuhan tentang satu nama, yang aku pun tidak tahu. Aku kadang, ketika lelah, aku lebih memilih terlelap dibandingkan berbicara sama Dia, tentang siapa kamu dan bagaimana pertemuan kita, nantinya.

Mungkin aku terlanjur capek dengan kisah cinta yang berujung kecewa, jadi malas untuk kecewa lagi. Dulu, aku selalu mendoakan satu nama, -mungkin dia tidak mendoakanku, sedari dulu- tapi begitulah, aku mendoakaan seseorang yang seolah-olah dapat membahagiakanku. Aku lupa, aku terlalu fokus pada perasaanku, padahal Tuhan lebih tahu cara membahagiakan anakNya, yang lebih memilih sendiri, untuk sekarang ini.

Aku kadang, sering mengandai-andaikan, dengan apa kita bertemu? Entah dengan broadcast message pin aku, lalu kamu nge-invite aku, entah aku sedang di kantin lalu kita berpapasan di sana, entah kamu adalah anaknya teman orangtuaku yang diam-diam sebenarnya sudah direncanakan untuk dipertemukan, entah ketika aku sedang menunggu lampu merah dan kamu berada segaris denganku, entah sebenarnya kita dulu sudah berada di dalam ruang yang sama tapi waktunya masih terlalu dini untuk bersatu, atau khayalanku yang lebih gila lagi, kamu dan aku berada di satu ruangan bayi, ketika lahir dulu. Apapun itu, Tuhan masih merahasiakannya. Buktinya, ketika aku bertanya padaNya, Dia lebih mengarahkan aku untuk bertekun dalam prosesku menjadi perpanjangan tanganNya di dunia ini, mejadi dokter.

Bagaimana pun kamu, dimana pun kamu, berbahagialah sekarang, nikmati masa meniti karirmu, dan aku pun disini begitu, kok. Aku masih ingin meraih profesiku ini. Aku sangat berterimakasih, kamu belum bertemu denganku. Pasti, jika kita sudah dipertemukan, ada saja yang membuatmu jengah dengan sifatku. Aku, ketika aku sedang serius dengan apa yang kukerjakan, aku agak sedikit mengabaikan sekitarku, dan mungkin itu termasuk kamu. Dan pasti, kita berada di berbeda kota, karena aku pun masih nomaden, berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Hubungan jarak jauh itu bukanlah hal yang mudah. Berbahagialah mereka yang berakhir indah ketika sudah bisa melewati jarak yang diam-diam bisa membakar apa yang indah di awalnya.

Jujur saja, terlalu banyak pertanyaan tentang teman hidup setelah aku mendapat gelar, kemarin. Aku pun sempat pusing menjawabnya, apalagi bertanya tentang orang-orang yang pernah singgah di sudut hati ini, pusingku bertambah. Tapi, lama kelamaan aku nyadar, pertanyaan itu wajar untuk seorang wanita yang sudah lulus kuliah. Karena kita ini hidup di daerah yang "Kan sudah lulus kuliah, apalagi yang mau dikejar? Nikah lah lagi..". Tapi sekali lagi, Tuhan teramat baik untuk kehidupanku, Dia memberika orangtua yang cukup realistis dengan kehidupan sekarang. Mereka selalu menyugesti aku,"Jaman sekarang, cewek juga mesti mandiri, biar ga dipandang sebelah mata sama laki-laki". Aku cukup lega, tapi mereka juga bilang, "bertemanlah baik-baik. Lihat agamanya, pekerjaannya, kepribadiannya, keluarganya". Begitulah.

Dan di sini pun sekarang, aku sedang belajar menjadi teman hidup yang baik untukmu. Bagiku,"Orang baik akan diberikan kepada yang baik". Aku juga sangat ingin membahagiakanmu, nantinya. Maaf, aku termasuk tipe orang pencemburu, ini yang mendorong aku untuk selalu menjadi yang terbaik untukmu. Aku sadar, cinta saja bisa pudar, kita harus bisa bertahan tanpa itu. Adalah sifat manusia, ingin selalu bersama dengan orang yang dapat membahagiakannya. Bayangkan, betapa indahnya hidup ketika dari mulai kita saling bertukar cincin hingga satu per satu dari kita, punya anak-anak yang baik, punya hobby berkebun atau berternak, hingga masing-masing dari kita pulang ke haribaan. Itu, tidak terkatakan dalam tulisan ini. Maaf, aku memang perempuan penuh khayalan yang tidak tahu diri.

 
Jadi, kamu, calon teman hidupku, pergilah sebebas-bebasnya sekarang, raih segala impianmu. Aku pun disini, tetap dengan segala apa yang sedang ku raih. Hingga, tiba saatnya, Tuhan yang menghentikan kita pada satu titik dan menyadarkan bahwa aku untuk kamu dan kamu untuk aku. Besar harapanku, Tuhan adalah alasan kita bertemu, Tuhan memberikan kebahagiaan kita satu sama lain dengan kehadiran kita satu sama lain. Aku ingin, kita bersama akan saling mendukung satu sama lain. Sebebas apapun aku mengeksplor kehidupanku sehingga aku terlihat cuek untuk masalah teman hidup, aku tetap wanita yang menunggu saat-saat itu, sangat menunggu.

See ya, Mr.Right!

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...