Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Internship

Sumbawa. Tempat Aku Bertemu Orang-Orang Hebat di Negeri Ini | Jilid 5

Ketika aku lagi iseng mencari kata kunci "Sumbawa" di Google , aku nyadar bahwa aku tinggal beberapa bulan lagi untuk berada di Sumbawa. Sedih, ya pasti. Pilihan yang ku letakkan diposisi ke empat, nyatanya seharusnya ku letakkan di posisi pertama. Tuhan begitu unik. Tidak diletakkannya aku ditarget yang pertama, tapi Dia meletakkan aku di tempat terbaik, sesuai isi doaku. Satu hal yang bakalan aku ceritakan pada anak-anakku kelak, bahwa mama mereka pernah merantau agak jauh dari opung mereka. Semakin mematahkan asumsi "anak perempuan satu-satunya biasanya dimanjakan". Ya, mama mereka tidak. Hehehe. . Bukan menyombongkan, tapi kebetulan di keluargaku, perempuan dan laki-laki hanya yang berbeda kelaminnya, bukan beban dan kewajibanmya. Apalagi, aku sebagai anak pertama. Wkwkwk.. . Kelak yang bisa ku kenang saat berada di sini adalah aku dizinkan bertemu dengan orang-orang hebat di negeri ini. Tuhan memberikan dari apa yang aku harapkan.  Tepat di...

Bercengkrama dengan Para Korban Pengungsian Gempa di Sumbawa | Jilid 4

Aku lanjutkan cerita ya... Karena untuk gempa kali ini, pusatnya cukup dekat dengan Pulau Sumbawa, lumayan banyak bangunan yang retak dan tidak sedikit juga yang roboh. Saat malam itu juga, pasien-pasien di rumah sakit tempat aku internship, langsung diungsikan ke lapangan kantor bupati. Beberapa korban gempa yang berasal dari Kecamatan Alas, juga dilarikan ke rumah sakitku. Rata-rata mereka terkena patah tulang. Aku tidak tau mesti bersyukur atau bagaimana, aku mempunyai peluang untuk ikut operasi bedah ortopedi dalam keadaan gempa ini. Selain itu, aku juga diizinkan Sang Gusti mendengar cerita-cerita pasien yang dirawat inap. “Bu, anaknya belum boleh pulang yaaa…” “Iya, gapapa dok. Lagian saya lebih aman di tenda. Kalau mau pulang pun, rumah saya sudah roboh di Alas”. “Gimana ya dok, saya kemarin trauma terus-terusan gempa di Lombok. Mau tidur, goyang, kami keluar. Mau makan, goyang, kami tinggalkan makanan kami..” “Iya dok, tidak apa-apa. Padahal i...

Pengalaman Gempa di Lombok dan Sumbawa | Jilid 3

Wait, I recommend you to read post this while you listening Heal The World – Michael Jackson. There's a place in your heart And I know that it is love Seperti yang kita tahu, sejak tanggal 29 Juli 2018, Pulau Lombok dan sekitarnya mengalami rentetetan gempa. Saat terjadi pertama kali gempa, aku sedang berdiri dan menutup mata untuk berdoa di Gereja, menyelesaikan rangkaian ibadah Minggu subuh. Tiba-tiba aku ngerasain goncangan, awalnya aku kira vertigoku kambuh karena belum sarapan. Aku membuka mataku dan mendapati dua vas bunga di dekat altar Gereja, bergoyang. Dan, memang pada saat itu, tidak aku saja yang menyadari bahwa itu gempa, bukannya vertigo berjamaah. Goyangan itu terjadi dua kali, semakin keras dan berdurasi agak panjang. Sepertinya, iman kami diuji satu per satu. Kalo Tuhan bisa berbicara saat itu, mungkin Dia akan bilang ,"Hayooo, iman kalian kuat ga? Percaya ga samaKu, kalau Aku melindungi kalian sampai akhir jaman?". Enggak, imanku belum s...

Dua Bulan Pertama Jadi Dokter Internship di Sumbawa Besar | Jilid 2

"Peng, kau internship atau ga sih? Itu daftar liburan mu ngalah-ngalahin jadwal jaga", beberapa teman nge-dm aku, tidak lama setelah aku update instastory tempat-tempat wisata di sekitar Nusa Tenggara Barat. Wait, sebelum aku cerita banyak, aku mau kasih tau kalo aku memang dipanggil Nopeng (panggilan sejak di kuliah) atau Nopiporn (Plesetan dari username instagramku). Gitu. Sesampainya aku di sini, kehidupan sedikit berubah. Bertemu dengan banyak karakter-karakter baru yang mau ga mau harus ku kenali kalau tidak manalah bisa aku beradaptasi. Menyesuaikan dengan tata krama, kebiasaan dan bahasa daerah Sumbawa. Bahkan, cuaca di sini yang belakangan sudah lama tidak ada hujan. Hampir ku kira, Sumbawa adalah bagian dari Timur Tengah yang nyasar tercipta di Indonesia. Aku bersyukur ditakdirkan sementara di sini, ya walau dengan konsekwensi agak lebih jauh dari orangtua. Tapi, jauh-jauh hari memang sudah pasti dipikirkan matang segala dampak yang ada. Da...

Hidup di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat | Jilid 1

Memasuki bulan-bulan yang agak sibuk sampai blog pun hampir berdebu layaknya hati para jomblo (untung enggak jomblo lagi. Bukan sombong, cuman lagi memupuk salah satu aset masa depan, sebut saja relasi dekat. Hooh, doain ya! * Lah , kok jadi beda topik gini?). And FYI, It was written when i was free in my night shift. This is how I kill boredom. Hampir dua bulan berada di Sumbawa Besar, agaknya membuatku pribadi lumayan nyaman dengan keadaan lingkungannya. Hemm , memang ga ada mall atau segala kemudahan seperti di kota besar. Cuman, mungkin di sini cocok untuk jadi tempat bekerja dan menabung. Secara, dengan ga adanya tempat nge-mall atau nonton, bisa meminimalisir niat untuk berhedon ria. Wkwkwk.. Gaji aman, komandan! These are some of my first impression to be here since around two months.  Ga ada tempat yang buat bahagia-bahagia amat,  guys .  Toh  kata Payung Teduh "Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta"~ 1. Kerja ...

Selamat Datang di Sumbawa Besar (NTB) sebagai Dokter Internsip

Peta Sumbawa Besar, NTB Dan pada akhirnya, setelah sudah lama vakum, karena sedang menikmati liburan dan mencari "sesuatu", aku membuka tulisan tahun ini dengan suatu keputusan yang pro dan kontra.   Wkwkwk . Sebelum itu ku bahas lebih lanjut,   lemme tell you Happy New year! May bunch of prosperities and blessings follow your 2018! Keep in rock, guys! Oke, salah satu keputusan besar awal tahun yang aku buat (sebenarnya ga besar-besar amat,  wong  internsip cuman setahun), punya banyak pro dan kontra. Iya, aku memutuskan internsip di daerah timur Indonesia (lagi-lagi, ga timur-timur amat, masih zona WITA kok,  hahaha ..). Kenapa? Karena keputusan ini rada menyimpang dari harapan orangtua dan sekeliling. Ya, memang ngomong ke orangtua agak sulit. Mungkin mengingat aku adalah anak gadis mereka satu-satunya, pergi jauh pula. Aku tengok di google Maps Dumai, Riau - Sumbawa Besar, NTB berjarak kurang lebih 3029 km.  Wkwkwk..  Beda pulau d...

Kita Hidup Karena Kita Punya Tugas

Wah, sudah hampir sebulan vakum dari nge-blog. Lah, emang kemana? Iya, aku sedang nyelesain koas terakhirku dan mempersiapkan diri untuk ujian negara. Ribet ya jadi dokter? Kok mau jadi dokter? Ah, ga usah bertanya tentang itu. Yang penting, mohon doanya ya, pertengahan tahun 2017 sah jadi dokter :) Tumben nulis? Iya, selain lagi jenuh, ada hal lain yang pengen aku share . Tentang tugas. Ya, tugas, tapi bukan tugas perkuliahan kok :') Someone older than me, ever said ,"Kita itu punya tugas di dunia ini. Tugas untuk bermain, bekerja, menikah, beranak pinak, membesarkan dan menyekolahkan anak, dan menikmati hidup. Ada orang yang mesti berhenti (meninggal) di tugas bekerja. Ada yang bahkan baru berhenti sampai dia punya cicit". Then , aku juga ingat kata-kata Kakashi atau Sasuke atau siapaa gitu di Kartun Naruto,"Takdir manusia semua beda, kecuali mati. Semua manusia akan mati". Dan aku menyimpulkan bahwa, mati juga adalah tugas, dan bahkan tugas wajib. Na...