Skip to main content

Kita Hidup Karena Kita Punya Tugas

Wah, sudah hampir sebulan vakum dari nge-blog. Lah, emang kemana? Iya, aku sedang nyelesain koas terakhirku dan mempersiapkan diri untuk ujian negara. Ribet ya jadi dokter? Kok mau jadi dokter? Ah, ga usah bertanya tentang itu. Yang penting, mohon doanya ya, pertengahan tahun 2017 sah jadi dokter :)

Tumben nulis? Iya, selain lagi jenuh, ada hal lain yang pengen aku share. Tentang tugas. Ya, tugas, tapi bukan tugas perkuliahan kok :')

Someone older than me, ever said,"Kita itu punya tugas di dunia ini. Tugas untuk bermain, bekerja, menikah, beranak pinak, membesarkan dan menyekolahkan anak, dan menikmati hidup. Ada orang yang mesti berhenti (meninggal) di tugas bekerja. Ada yang bahkan baru berhenti sampai dia punya cicit". Then, aku juga ingat kata-kata Kakashi atau Sasuke atau siapaa gitu di Kartun Naruto,"Takdir manusia semua beda, kecuali mati. Semua manusia akan mati". Dan aku menyimpulkan bahwa, mati juga adalah tugas, dan bahkan tugas wajib. Namun, aku tidak membahas tentang kematian kok. Ini tentang, hubungan.

Uhuk!

Sejak akhir tahun lalu, statusku berubah berpacaran lagi *yeay!* dengan salah seorang lelaki. Sampai sekarang aku belum punya alasan, kenapa aku menerima dia. Tapi, dengan keberadaan dia, aku ngerasa lebih baik. Udah, gitu aja. (Hem, kalo abang baca ini, jangan senyum-senyum ya! Wkwk..)

Uhuk!

Tentang pandangan mengenai teman hidup. Ah, berat kali ya pembicaraanku? Gapapa, ikuti saja ceritaku ini. Mudah-mudahan ga membosankan kok :P

Entah kenapa, semakin tua, semakin mikir bahwa, pencarian teman hidup adalah salah satu tugas yang kita harus selesaikan. Emang usia juga merevolusikan sudut pandang berfikir, buktinya aku ga lagi memandang bahwa, pacaran ya cuman senang - sedih - ketawa - nangis bersama atau punya pasangan yang high quality banget nget nget sesuai dengan ekspektasi target yang kita impi-impikan. Hemm.. Kenapa aku mikir gitu?

Air Terjun Sipiso-Piso, Kab.Karo, Sumatra Utara

Selama aku menjalani fase "dokter muda" ini, aku menyadari, sebanyak apapun pertemanan kita, seluas apapun relasi kita, ketika kita sakit, bukan mereka yang mengurus. Keluarga adalah titik segala keluh kesah. Aku ga berharap, suatu saat nanti, aku menua dengan segala penyakit kronis *amit-amit ya Gusti*. Cuman, yang namanya hidup, sifatnya misteri dan ga terduga, kita mesti punya semacam investasi. Menurutku punya pasangan dan nantinya punya anak, adalah salah satu investasi terpenting dalam hidup. Karena adalah sangat miris dan mengerikan, ketika kita sakit, kita dirawat, kita juga yang dipusingkan dengan segala macam biaya dan administrasi. Malah tambah sakit, ga sih?

Selain itu, emang udah kodratnya, manusia punya darah "makhluk sosial". Aku pernah membayangkan, aku tidak menikah, menua dan sendiri. Itu lebih menyeramkan dari film Conjuring. Wkwkwk.. Menurutku, sepi tidak ada obatnya kecuali punya keluarga.

Nah, seperti sekarang, aku merasa aku hampir menyelesaikan satu tugasku, (hampir) mempunyai pasangan hidup, dan sedang mengenali lebih dalam, who the guy whom I will spend my life time is. Karena siapa sih yang ga mau adem ayem keluarganya nanti?

Aku ga tau, apa tugasku ini akan aku selesaikan atau malah aku harus mengulang tugasku ini dari awal lagi, itu cuman Gusti yang paham. Ya, seberjalannya waktu, Gusti akan menilai, apa tugas ini aku kerjakan dengan bagus atau aku harus remedial lagi. For me, Every deeds will be paid with an unexpectation gift. Just do your best, and God will do the rest.


Comments

Popular posts from this blog

Pertimbangan Sederhana Seorang Awam Mengenai Investasi Untuk Passive Income #FinanceDevelopment

Ala-ala ingin belajar investasi sedari dini, aku pun coba mencari jenis investasi apa yang bisa kugunakan dengan kondisi ku sekarang. Sebenarnya banyak sih investasi yang ditawarkan di jaman modern ini. Dari deposito berjangka, asuransi, emas/logam mulia, tanah, kredit property, dollar , saham, dan lain-lain. Semua punya kelebihan dan kekurangannya. Seperti kata konsulenku, high gain high risk. Sebenarnya, awal untuk investasi tegantung  mindset , tujuan, gaya hidup dan kemampuan kita. pada dasarnya, tujuan aku pengen investasi adalah someday aku ingin memiliki passive income. what's passive income? Passive income adalah pendapatan yang kita peroleh tanpa kita harus melakukan aktivitas. Passive income itu perlu modal, ya modalnya dari active income kita. Active income adalah pendapatan yang kita peroleh dari pekerjaan kita sehari-hari, contohnya Gaji. Source Aku ga bakalan ngejelesin secara detail apa itu investasi emas, tanah, dan sebagainya. Aku ga punya b...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...