Skip to main content

Aku dan Caraku Menulis - Tolong Sesekali Manjakan Dirimu

Ini postingan yang aku buat, lagi-lagi, karena pertanyaan di ASK.FM dan yang nge-chat aku di dunia maya.

"Kak, dimana nyari inspirasinya?" - Di wc dek, pas boker (ini serius)

"Nov, kamu koas kan? Bisa juga nulis? Sempat ya" -iya, koasnya nyante boss, haha..

"Kak, aku suka baca blog kakak (aku cuman nge-copy doang, suer!), gimana kakak nulis?" -ya pake tangan dek, lho (?)

Dan beberapa pertanyaan lain. 

Sesungguhnya, aku berterima kasih sama mereka-mereka yang sudah berkenan membaca tulisan-tulisanku (yang kebanyakkan absurd), Kalian apa ga merasa, telah membuang-buang waktu kalian dengan membaca blog aku? Huahahaha..

Actually, jaman visualisasi sekarang, membaca dan menulis adalah hal yang hampir ditinggalkan. Huruf sebentar lagi tinggal jadi fosil. Kenapa? Sebagian besar manusia, apalagi rakyat Indonesia, index membacanya sangat rendah. Gimana jadinya nanti kalo manusia kurang membaca? Dan gimana bisa aku lebih memilih jadi blogger dibandingkan buat vlogger? Yakin bakalan banyak yang baca? Aku ga yakin juga sih, wkwk..

Alasannya cukup kuat, aku sedang mengikuti passion-ku dan aku memang spesies yang gugup kalo ngomong didepan orang atau kamera. Kalo kalian lihat video-video Opung Sorta di Instagram-ku, percayalah, ada banyak pengulangan scene dibalik layar. Kadang antara expresi dan skenario ga sesuai ekspektasi. Aku bukan orang terlalu pede untuk berakting atau diperhatikan begitu (tapi sangat ingin diperhatikan samamu, bang.. Eaaakk!)

Kenapa passionku menulis?
Ya emang dari sononya shaay! Hahaha, enggak enggak. Kemarin sempat mendalami beberapa hobi, kaya hobi nge-desain baju, sempat ngasilin duit juga, cuman aku ga begitu punya waktu untuk nge-cover-nya. Jadi aku tinggalin. Hobi nge-desain kebaya gitu dan pengen kali buka butik, tapi sadar aku kurang kreatif dan itu juga butuh modal agak besar. Wkwkwk... Hobi fotografi. Ini hobi yang paling lama dan asik sih menurutku. Cuman, lagi-lagi kayanya kurang bisa aku cover, aku ga bisa nyari view bagus, apalagi pas udah jadi dokter muda. Semakin ga memungkinkan pergi jauh-jauh. Tapi, entah nanti, ketika udah kerja, mungkin saja hobi fotografiku muncul lagi.

Finally, aku pikir, menulis adalah hobi yang paling mobile, bisa dilakukan dimana saja. Lagipula, dulu waktu kecil, aku dinasehatin sama mama, "Banyak baca. Malu jadi orang ga up to date, yang kecil pengetahuannya, yang bodoh-bodoh kalo diajak bicara". Itu bahasaku ya wee, bukan bahasa mamaku, tapi kurang lebih begitu intinya. Ya, membaca jadi kebiasaan. Efek malu karena takut ga nyambung diajak bicara sama orang lain, emang nyata adanya. Yaudah, mungkin ada relasi yang kuat antara membaca dan menulis, sehingga aku suka nulis begini.

Nah selain itu, mungkin nge-blogger adalah salah satu wadah ketika cita-citaku menjadi penulis agak diredam oleh karena suatu alasan. Tapi, walaupun begitu, setiap ke toko buku, masih ada angan-angan,"Someday, i wanna publish my story". Semoga ga cuman angan-angan ya :')

Darimana inspirasinya? 
Jujur ya, sekarang aku lagi nulis blog di warung nasi depan kampus. Mungkin makanan yang baru masuk buat aku jadi enteng berpikir. Jadi, bisa disimpulkan, aku bisa dapat inspirasi darimana saja. Emm.. toilet bioskop pun pernah menjadi tempat aku menemukan inspirasi. Ketika aku sedang (maaf) boker pun, otakku ngayalnya semena-mena dan ga tau tempat. Jadi yowes, aku dapat inspirasi lagi. Selain itu, pas di pasar, pas lagi nyetir kendaraan, pas masuk kuliah, nonton kartun, denger radio, travelling, pas lagi sama pacar (ciyeeee ciyeeee...), bahkan ketika nulis blog pun aku bisa dapat ide yang lain. Entah, aku pun bingung. Tiba-tiba aja ada yang bisa dijadikan topik.

Jadi kak, pas kakak dapat inspirasi ga terduga itu, kakak ingat-ingat terus? 
Ku jawab dengan garis keras, TIDAK! Aku udah hampir seperempat abad di dunia ini, makananku pun ga sehat-sehat amat, efeknya aku jadi agak pelupa. Makanya jangan heran, aku termasuk orang susah lepas dari gadget. Yaudah, aku ngetik di situ, terus aku save, atau bahkan langsung upload tulisanku. Iyeaay!


Aku ga tau, gimana cara kalian membaca tulisanku, entah kata-katanya terlalu berantakan dan susah dimengerti, atau mungkin bahasaku ringan, jadi seakan-akan aku yang berbicara. Cuman, saranku, selagi tulisanku enggak semakin memberatkan isi otak kalian, lanjutkan. Tapi kalo rasanya sudah berat dan muak, silahkan tutup dan kalo perlu shut down gadget kalian. Wkwkwk..

Untuk kamu yang pengen jadi blogger, penulis atau apapun yang berbau dengan tulisan, aku ingatkan yaa.. Bagiku, menulis bukanlah pekerjaan. Menulis adalah caraku untuk memberitahu dunia, ini aku dan diriku yang ga terlihat, sebut saja passion. Segala sesuatu yang sifatnya passion, tidak bisa dipaksakan dan tidak didasari dengan materi. Passion itu adalah kegiatan yang menggembirakan jiwamu. Kamu utuh karena passion-mu terealisasikan. Jadi menulislah sejadi-jadinya dirimu. Tolong manjakan dirimu.


Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

Sensasi Unik Menginap Borough Capsule Hostel, Bali

Hari pertama begitu menginjakkan kaki di Bali, aku ga kemana-mana. Hanya sekedar singgah ke Pusat Oleh-oleh Krisna dan mencari makan malam. Aku lebih memilih ngadem di kamar hotelku. Seperti di posting -an  sebelumnya, aku menginap di Borough Capsule Hostel , Bali. Aku punya prinsip bahwa penginapan hanyalah tempat singgah, mandi dan tidur. Kecuali untuk momen spesial seperti bulan madu, penginapan menjadi hal krusial yang perlu dipilih-pilih. Maka, karena memang aku ingin punya suasana liburan yang baru, aku memilih  Borough Capsule Hostel .  Aku booking  lewat aplikasi  Traveloka . Awalnya cuman 2 malam. Kemudian setelah dipikir-pikir, aku memperpanjangnya sampai aku kembali dari Bali. Memang sih ada perubahan harga setiap harinya, tapi itu ga membuatmu lebih rugi dibandingkan dengan harga ketika booking langsung. Karena kalau booking langsung, biasanya lebih mahal. Ada beberapa jenis kamar, seperti mixed, only female, dan  variant ...