Skip to main content

Angkot kuning,

Fine, gw baru pulang ibadah. Kayanya hari ini banyak banget kejadian yang sebenarnya sering terjadi. Tapi, kitanya aja yang sering menutup mata. Dan gw rasa pas banget kalo dunia emang mau kiamat, ngeliat manusia-manusia yang ga berprikeorangan lagi.

Jadi begini ceritanya..

Gw pulang ibadah dan naik angkot nomor sekian dengan nomor polisi sekian dan dengan rute dari sini ke sana (maaf, disamarkan). Gw bukan baru pertama kali naik angkot kaya gini, udah biasa malah. Tapi yaaa gw rasanya supir angkotnya perlu dihadapkan dengan dosen etika gw, sumpah ga ada etikanya sama sekali. Nginjek gas itu seenak perutnya aja. Huaaaa! Apa semua supit angkot begitu? Ga kurasa.

Dan paling mirisnya, ada bapak-bapak yang kurasa usianya udah lebih setengah abad dan sepertinya dia ga tau jalan pulang.  Asli, kasihan banget gw ngeliatnya. Dia nanya jalan ini, jalan itu, kami 1 angkot sama-sama ga tau jalan kecuali jalan kerumah masing-masin.  Wajar aja satu angkot itu rata-rata anak  perantau. Bapak itu tiba-tiba turun,

“Bang, tau jalan (sensored) ini?”

“ah, udahlah bapak naik aja. Ikutin aja jalan ini.”

Bapak itu naik lagi, “bang, hati-hati. Anjar-anjar bang”.

Supir angkot itu langsung aja tancap gas pas bapak itu mau naik.
*alamak! Untung ga jatuh. Lumayan itu kalo jatuh.* kataku dalam hati. Temenku didepan cuman ngelus-ngelus dada aja ngeliat ini.

“kasihan kali bapak itulah..” kata si helda.

“iya. Garang kali supirnya ini. Kalo tau aku jalannya, ku kasi tau deh”.

Bapak itu akhirnya turun duluan karena dia rasa dia salah angkot. Tapi yaaaa, kayanya angkot ini emang nyeremin banget sih.
Huaaaa! Macam ga punya hati.

*sekian*

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...