Skip to main content

Pemberian Belum Bernama

Hobby? Passion? Mimpi? Cita-cita? Talenta? Angan-angan?
Enam kata yang kadang sulit aku bedakan. entahlah, mungkin karena aku orangnya sedikit moody, jadi mana yang lagi aku pengenin, aku kerjain. Tapi, sekali aku kerjain, aku berusaha maksimal kok.

Dulu, dulu sekali. Aku suka menulis. Suka buat puisi sejak SD, pengurus Mading di SMP, pernah jadi redaksi koran di kotaku waktu SMP, ikutan lomba karya ilmiah waktu SMA, dan masih ada lagi deh, aku lupa. Awalnya aku suka menulis adalah karena suka membaca. Gimana ya, mamaku termasuk orangnya yang agak keras untuk mengajak anaknya menjadikan Membaca menjadi hobby. Dimulai dari langganan majalah Bobo, Girls, Aneka Yess, dll. Ya, aku tertarik dengan cerita-cerita didalamnya. Sampai akhirnya aku mengirim puisi atau cerpen ke redaksi itu. 
Hingga kini, aku masih suka menulis, entah itu blog atau novel. Tapi, aku sangat malas menulis diari. hahaha.. Ya, buah dari menulisku itu ada. Kira-kira semester awal kemarin, aku mencetak novelku sendiri. Aku belum berani meng-expose karena masih banyak yang perlu direvisi. Tapi, aku cukup puas. Lucu rasanya kalo dibaca-baca. Ya, ceritanya itu emang pengalaman pribadiku, dengan sedikit penambahan sedikit disana-sini.
Novel Pertama
Nah, sekarang novel keduaku sedang dalam proses. Kalo jalan-jalan ke toko buku, sering ngarep, someday, bukuku ada terpampang di salah satu rak bukunya. Duh, meeeeenn!!

In other side, aku lagi suka desain baju, lebih konsentrasi ke baju kebaya. entah, aku dapat inspirasi dari mana. Tapi, kesukaan akan kain aku dapatkan dari mama. Emakku emang suka banget sama namanya kain. ckckck, nular deh ke anaknya.
Aku rasa, hobby baruku ini adalah pelampiasan dari angan-angan dulu pengen jadi arsitek, desain interior gitu, pokoknya berbau gambar dan desain. Jadi pada saat lagi nunggu-nunggu sidang proposal, aku mengisinya dengan kegiatan itu. Sampai-sampai kawan-kawan nyaranin aku pindah jurusan aja, hehehe..
 

Di sisi lain, aku juga suka dengan hal yang berbau fotografi dan musik. Suka aja gitu. Kalo lagi ngayal, nanti pengen punya studio foto tapi khusus anak-anak. Ya ampun, pasti lucu-lucu banget tuh anak-anak.

Aku tidak tahu dan tidak berani menyebut ini semua. Tapi, aku menganggap, ini mungkin hanyalah pemberian Tuhan, ini adalah talenta, yang suatu waktu ditagih dariku. Percayalah, setiap orang yang diciptakan oleh Tuhan, pasti punya talenta. Cuman seberapa kita mau mendekat dan mendengar maksud Tuhan dengan adanya talenta itu, kita mau dijadikan apa di dunia ini. 
(Matius 25:29-30a - Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia bekelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap.).

Akupun, tidak muluk-muluk dengan adanya sedikit keterampilan di bidang itu. Aku mah terserah Tuhan aja mau dijadikan apa. Tentu, aku berdoa, agar ditunjukkan. 
(Amsal 23:26 - Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku. Mazmur 147:11 - Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya).

Guys, kembangkanlah apa yang menarik buatmu (tentu yang positif yaaaa), apa yang menjadi hobbymu, apa yang kira-kira lebih dari dirimu. Selain membawamu dalam kegiatan yang lebih positif, kamu akan sadar, betapa baiknya Tuhan atas dirimu, atas berkat talenta yang diamanahkan padamu. Seriously, God will guide you, dude :)

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...