Skip to main content

Hari Ibu untuk Nande dan Seluruh Ibu di Dunia



"Mama I Just want you to know
 Lovin' you is like food to my soul.."
A Song For Mama-Boyz II Men

Metamorfosis Perempuan Batak

Beberapa minggu ini, stase Public Health mengharuskan aku dan anggota kelompok untuk turun ke lapangan dan lebih terjun ke masyarakat, karena public health itu emang pada dasarnya lebih ke program preventif (pencegahan) dan promotif (memasarkan/memperkenalkan) masalah kesehatan. 

Iya, ada satu hal yang ku temukan secara kasat mata. Lebih banyak nande (panggilan ibu dalam Bahasa Karo) yang bekerja di ladang, mengangkut hasil panen, mendorong gerobak, memberi makanan ternak (di sini kebanyakkan ternak babi, dan itu seriusan baunya ga enak), mengumpulkan kayu bakar,  mengantar dan menjemput anak sekolah. Guys, aku ga mengatakan bahwa kaum bapak ga bekerja ya,  tapi kenyataan di lapangan, aku lebih banyak menemukan para kartini keluarga. Tangguh kali!

Nande pulang dari ladang mau jemput anaknya. 

Jadi, ga heran-lah lagu-lagu Batak itu banyak yang menjunjung tinggi karakter ibu. Seorang yang sebenarnya lelah, tapi dengan pintar dia menyembunyikan letihnya. Seorang yang sebenarnya penat, tapi dengan hebat digantikannya dengan tawa. Seorang yang polos tapi ketulusan terbaik tercipta dengan kehadirannya. Seorang yang tegas tapi kemurnian kasih mengalir di bulir-bulir keringatnya. 

Nande Karo berjualan di pinggir jalan besar

Aku banyak mendengar cerita bagaimana "pincangnya" keluarga tanpa kehadiran ibu. Bagaimana kerepotan ayah mengatur menu makanan sehari-hari, tanpa ibu. Bagaimana bingungnya anak gadis yang pertama kali dapat haid tapi tidak ada tempat untuk bertanya. Bagaimana bingungnya anak lelaki yang akan memilih gadis teman hidupnya, karena kebanyakkan anak laki-laki akan lebih nyaman bercerita dengan ibunya. Makanya sering ada kalimat "Jodoh sesungguhnya ada di tangan mama". Hahaha... 

Ini salah satu Nini Ginting (Iting) usia 80-90an tahun. 

Ternyata dapur tanpa ibu adalah bahaya, rumah tanpa cerewetnya ibu adalah gawat, kehidupan tanpa ibu adalah menyeramkan. Dan ternyata surga tak hanya di telapak kaki ibu, tapi berada di setiap sel-sel tubuhnya.  Awesome! 

Bersamaan dengan hari ibu, aku, salah satu anak gadis yang belum menjadi ibu, berterima kasih pada semua ibu di dunia. Aku juga dengan lantang mengatakan, ibu adalah keajaiban yang pernah ada.

Me and my mommy, inang Nainggolan. 

Iyee iyeee cantikan emak gueeeee

Terima kasih ibu. 
Ah, tapi itu ga cukup kan ya? 

Doaku buat ibuku di rumah, semoga Tuhan memberikan kebahagiaan yang berkali lipat daripada kebahagiaan yang diberikannya kepadaku. 


Selamat hari ibuku dan semua ibu di dunia.

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...