Skip to main content

Pesan dari Anggun - World Aids Day



Mumpung ini Hari AIDS Sedunia, aku mau sharing sedikit tentang adik kecil manis yang sudah pergi ke taman indah, di surga sana. Sebut saja namanya Anggun, karena dia memang terlihat anggun.

Hari itu adalah hari ke 2 aku menjalani stase Pediatric (ilmu penyakit anak). Seperti biasa anak koas pada umumnya, aku dan segerombolan teman-teman sejawat mengikuti dokter konsulen untuk visite pasien. Riuh anak-anak yang berumur sekitar 4-10 tahun menjadi back sound kedatangan kami. Sementara itu, ibu mereka menggendong dan mencoba menghentikan tangisan, ketika dokter konsulen menempelkan stetoskop ke badan mereka dan bertanya bagaimana perkembangan keadaan mereka hari ini.

Emm, masih ingat jelas diingatanku, pemandangan berbeda terjadi di kamar pasien paling ujung, di urutan tempat tidur nomor 2 dari dinding. Dia, Anggun, dengan tatapan sayu, tidak menangis, apalagi dipangku. Dia cuman terbaring lemas dengan deras infus yang mengalir menuju nadi-nadinya. Beberapa ibu duduk disampingnya, mengipas-ngipas dia. Aku tak tahu apa status mereka. Tapi rasanya mereka bukanlah orangtua Anggun.

Selain takut ditanya dokter konsulen tentang penyakit si adik ini, aku membaca status pasien miliknya karena penasaran. Dari pemeriksaan lab, "CD4 (+)". Spontan, tak perlu aku melanjutkan apa hasil diagnosanya, dia positif HIV/AIDS.

"Iya dok, mamanya baru meninggal baru beberapa bulan lalu, karena HIV/AIDS. Kalo bapaknya juga udah lama meninggal. Karena HIV/AIDS juga", samar-samar perawat yang ikut dibelakang kami, menjelaskan riwayat keluarga Anggun.

"Ini udah pernah masuk, kan? Kalo ga salahku sekitar 2 minggu lalu?", sambut dokter konsulen kami. Perawat tadi pun mengangguk.

"Jadi dek, anak ini memang keturunan dari orang tua penderita HIV/AIDS. HIV/AIDS bisa tersebar dari darah, jarum suntik, hubungan seksual dan bahkan keturunan. Ya contohnya seperti ini. Sampai sekarang belum ada obatnya, kecuali bener-bener menjaga kesehatan. Kalau pun ada obat, itu sifatnya simptomatik. Ya, karena HIV/AIDS itu menyerang sistem kekebalan tubuh. Kalo kekebalan tubuh lemah, sementara tanpa kita sadari banyak kuman-kuman di sekitar kita yang seharusnya dilawan kekebalan tubuh? Tubuh akan semakin drop. Dan bisa berakibat fatal. Makanya setia sama pasangan dan harus jelas gimana bibit bebet bobot pasangan kalian. Jangan kalian "jajan" sembarangan. Ya bisa kaya ginilah. Kasihan di anaknya kan?", jelas dokter konsulen.

Aku bukannya takut, tapi sedih. Duh, baru umur segini, dia berusaha betah ya diinfus gitu? Seharusnya seumuran dia itu main prosotan, niup-niup balon sabun atau belajar perkalian di sekolah. Tapi, aku yakin, dia sepenuhnya tidak salah. Dan dia pun diciptakan tanpa memilih orangtua. Raganya memang diharuskan untuk mengedarkan Virus HIV. Siapa yang salah? Aku tidak perlu menjelaskan sepertinya, hehehe..

Ketika kami visite tadi, keadaannya memang sedang buruk. Gizi buruk dan diare kronis menjadi pasangan penyakit yang dideritanya itu. Orang yang disekelilingnya juga sudah mengikhlaskan kalau jiwanya tiba-tiba kabur. Dokter konsul juga sudah memberi advice untuk keadaannya itu.

Iya benar, selang beberapa jam, kami mendapat laporan kalau dia sudah pergi. Kasihan? Iya. Tapi rasaku, itu lebih baik daripada dia hidup tanpa bisa bermain dengan teman-temannya.


Dia, Anggun, sudah bertemu lagi dengan ayah dan ibunya. Di atas sana, mereka bergandengan tangan lagi, bercerita lagi. Anggun yang sedih, sudah bahagia. Anggun yang kesepian, sudah tertawa lepas. Semoga, tidak ada lagi Anggun-Anggun berikutnya.


Comments

Popular posts from this blog

Sensasi Unik Menginap Borough Capsule Hostel, Bali

Hari pertama begitu menginjakkan kaki di Bali, aku ga kemana-mana. Hanya sekedar singgah ke Pusat Oleh-oleh Krisna dan mencari makan malam. Aku lebih memilih ngadem di kamar hotelku. Seperti di posting -an  sebelumnya, aku menginap di Borough Capsule Hostel , Bali. Aku punya prinsip bahwa penginapan hanyalah tempat singgah, mandi dan tidur. Kecuali untuk momen spesial seperti bulan madu, penginapan menjadi hal krusial yang perlu dipilih-pilih. Maka, karena memang aku ingin punya suasana liburan yang baru, aku memilih  Borough Capsule Hostel .  Aku booking  lewat aplikasi  Traveloka . Awalnya cuman 2 malam. Kemudian setelah dipikir-pikir, aku memperpanjangnya sampai aku kembali dari Bali. Memang sih ada perubahan harga setiap harinya, tapi itu ga membuatmu lebih rugi dibandingkan dengan harga ketika booking langsung. Karena kalau booking langsung, biasanya lebih mahal. Ada beberapa jenis kamar, seperti mixed, only female, dan  variant ...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...
Saya berpikir, mungkin yang terjadi pada saya sekarang adalah yang saya tanam kemarin, atau mungkin karma. Saya berpikir, untuk beberapa kali beberapa hal terjadi memang sebagai hukuman buat saya. Saya diharuskan merasakan apa yang dirasakannya kemarin. Tapi, saya kembali mencerna. Ketika ini sudah lebih dari yang saya akal sehatkan, saya berpikir. Apa karma itu lebih panjang durasinya, lebih beragam jalannya dan lebih sulit rasanya dari apa yang saya lakukan? Apa beberapa perubahan tentang kebaikan yang mungkin tak terlihat atau tak terasa atau malah terabaikan, betul-betul tak akan diperhitungkan lagi?