Skip to main content

Yang Mana Dosenmu?


Yang pernah duduk di SMA jurusan IPA pasti sering dong belajar tentang klasifikasi hewan dan tumbuhan. Atau yang pernah duduk di SMA jurusan IPS pasti pernah belajar tentang klasifikasi jenis-jenis usaha (kalo tentang IPS itu salah, maafin. Gue manusia yang ga sempurna, gue ga mungkin udah di IPA, lalu di IPS juga. Okesip).  Dan hari ini gue mau nge-share bahwa ga hanya pelajaran aja yang bisa diklasifikasi, pengajarnya juga bisa diklasifikasi. Ya, ini berdasarkan pengalaman gue aja. Entah benar entah tidak, biar hati nurani yang paling dangkal yang menilai. Berikut cuplikannya.

1.       Dosen Kutu:
Kutu yang gue maksud adalah kutu buku, rajin dong ya dan memang ini jenis dosen yang rajin banget, malah mungkin lebih rajin dari mahasiswa-mahasiswanya. Ciri-cirinya: Lebih cepat datang dibanding mahasiswa, kalau ngajar pasti buat slide dan catatan, menjelaskan sejelas-jelas mungkin. Namun kadang membosankan jika sangat monoton dan tidak humornya sedikit. Hais, udah ngantuk makin ngantuk deh.

2.       Dosen Heroik:
Pada ingatkan kalo kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, kita semua hening. Begitu juga, dengan dosen yang jenis ini. Beliau hanya duduk diam dan hanya menukar-nukar slide. Kita sebagai mahasiswa hanya duduk dan diam, plus nyatat apa yang ada di layar. Ya kalo dosen ini sih cocoknya untuk dosen kuliah sekretaris.

3.       Dosen Apdet (not up to date):
Nah, dosen kali ini gue yakin suka baca timeline orang. Ini terlihat dari cara dia mengajar yang hanya membacakan bahan bulat-bulat dari slide tanpa ada penjelasan. Kalo dosen ini ya kita cukup duduk dibelakang aja karena ujung-ujungnya juga nanti disuruh ambil slide beliau dan dikasih bahan untuk dibaca.

4.       Dosen Comic:
Yang ngerti maksud gue pasti itu karena pecinta acara stand up comedy. Ya, dosen ini buat kehidupan lo berasa di OVJ. Yang tadinya ngantuk gegara tidur jam 3 siap nonton bola, nah kalo masuk kuliah dia rasanya itu hidup sama Spongebob, dibodoh-bodohi sama Patrik lalu terjun masuk ke kantong ajaibnya Doraemon. Kuliah dosen ini walau kesannya ga begitu penting, tapi gue yakin absensi berisi dengan murni tanpa embel-embel t.a (titip absen.red).

5.       Dosen Religius:
Pasti banget ngeti maksud gue apaan. Ya jelas, setiap masuk kuliah dia gue berasa lagi ibadah. Terlalu fanatik banget dengan agama. Sedikit-sedikit bawa-bawa agama. Ya kalo dipikir-pikir, pelajaran dan agama kadang ada masa ga sinkronnya. Kalo udah kaya gini, pertolongan pertama pada kuliahan (P3K) adalah earphone, minyak angin dan permen karet.

6.       Dosen Sidak:
Dosen jenis ini paling killer sih gue rasa. Kenapa? Karena kadang ada masa mood dia untuk periksa absen (inspeksi mendadak) dan itu agak dikhawatirkan bagi mahasiswa yang kuliahnya di mall. Dia mengabsen secara pribadi secara acak atau bahkan memang semuanya dipanggilin satu-satu. Sanksi yang diberika juga ga ringan-ringan amat, palingan ga boleh ikut ujian untuk semester ini.

7.       Dosen Supertrap:
Salam super! Ini dosen yang suka memberi motivator buat mahasiswanya, menurut gue sih bagus banget. Karena kadang mahasiswa ini lebih sering muncul fase pemalasnya daripada rajinnya. Itu terlihat dari penguasa kursi belakang atau jumlah kursi yang kosong. Semakin sering seseorang duduk dibelakang, maka kemungkinan besar dia pemalas. Dan semakin banyak kursi yang kosong, maka semakin besar kemungkinan seorang mahasiswa malas atau memang pelajarannya sangat teramat membosankan sekali.

8.       Dosen Mahasiswa:
Ga kita pungkiri, kebanyakan mahasiswa sering telat masuk kuliah (penulis juga). Ya, kita pahami aja mungkin beliau sibuk dengan pekerjaanya di rumah *lho?* maksud gue pekerjaannya di kantor. Bahkan sih kadang yang paling ngeselin itu kalo mahasiswa udah stand by di kampus, lalu dapat pengumuman kalo dosennya tidak bisa mengajar hari ini. Rasanya itu, ya sudahlah. Hanya kursi dan meja kuliah yang tahu.

9.       Dosen Pak Eko:
Dosen pak eko ini bukan maksudnya dosen yang namanya pak eko, tapi ini dosen the most wanted deh. Siapa sih yang ga bakalan semangat kalo dosennya udah cara menjelaskannya oke punya, cakep, rapi, berjiwa muda, punya sense of humor yang perlu dikasih standing applause dan sangat mengerti mahasiswa gimana. Kalo ga jauh-jauh kali usianya, boleh deh dimasukkin dalam list “calon pendamping hidup”. Haks!

         Tapi gimana pun, dosen ya tetap manusia biasa, hanya saja mempunyai kelebihan di salah satu bidang. Dosen itu, manusia yang memang punya karakter dan cara mengajarnya masing-masing. Kita sebagai mahasiswa ya yang harus beradaptasi dengan beliau, bukan sebaliknya. So, kalo mau cepet tamat kuliah ya baik-baik aja sama dosen kalian, pandai-pandai ambil hatinya. Oke sekian dari gue, selamat belajar.

*Hal ini adalah pendapat gue. Bila ada kesamaan nama, karakter dan sebagainya itu hanya kebetulan semata atau mungkin fakta terselubung mengenai tulisan diatas. Gracias!*

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...