Skip to main content

Posts

Senja

Ada senja yang ku nanti-nanti Ku selipkan dalam doa Bersama kamu, ombak ada senja yang hampir hilang Dibawa angin, terikut pasir Mungkin sembunyi di balik karang Ada senja yang hidup di sini Mengitariku menunggu mentari Menyelesaikan malam ini, mengikhlaskan hari ini Ada senja yang sering kuingat Ku tersenyum Salah satu alasan senyum tak beralasan Ada senja yang ku takuti Mencari purnama Sementara langit menunduk, walau hujan.

Yakin?

Sore ini aku sedang menatap laptop dan untuk ke sekian kalinya sedang jenuh-jenuhnya melihat slide untuk ujian blok Emergency And Traumatology . Blok ini berisi tentang penanggulangan pertama untuk sesuatu darurat. Entahlah kecelakaan, anak tenggelam, ibu-ibu hamil terus pendarahan tiba-tiba atau seseorang yang naik gunung terus hipotermia. Iya, aku sadar ini blok penting banget. Karena toh pada akhirnya nanti, aku akan diletakkan di ruangan IGD atau UGD. Mesti tau apa yang harus dilakukan. Ya, salah-salah bisa fatal. Apalagi berhubungan dengan hal kedaruratan.  Kadang mikir, kuat juga aku sampai pada titik ini, titik dimana aku bisa bertahan pada posisi yang kurasa tidak begitu nyaman dan tidak begitu yakin. NO ! Ini bukan mutlak pesimis. Sometimes, we can be proud for where we are be, though it's too hard to be understood.  Sebenarnya aku belum tahu. Apa aku masih merasa ini adalah tuntutan atau aku sudah menjalaninya dengan ikhlas. Kalau ikhlas sebenarnya bisa enggak s...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

Recehan Keajaiban

Gue termasuk orang yang kadang-kadang lapar mata dan sekarang lagi belajar untuk lebih selektif membeli barang, mana yang berbau keinginan, mana yang emang benar-benar perlu. Karena, setinggi apapun nanti pendidikan gue, gue akan menjadi ibu-ibu. As always my mom's talking to me , mamak-mamak harus pinter ngatur duit. Sekecil apapu duitnya, mbok ya ditabung, susah nyari duit lho. Soalnya udah banyak contoh, makmur waktu muda, tapi pas tua enggak bisa menikmati. Karena apa? Enggak bisa me- manage keuangan. Tapi, gue termasuk orang yang bahagia menerima uang recehan. Rasanya itu, akan ada masa depan yang lebih cerah, eh enggak maksud gajian pake uang recehan nantinya yaaa.. Listen to me! Ada keajaiban dibalik uang recehan, ada kehidupan dibalik koin Burung Garuda. Mungkin terlihat sepele dan bau. Yang memegangnya paling sering tukang parkir, pengemis, pengamen dan mereka-mereka yang lain. Tapi, kecil demi kecil lama jadi bukit. See?! Gue merasakannya. Mari kita mulai dar...

Aku, Ego dan Kamu

Mungkin aku tak yakin waktu itu. ku tekan kan, sangat tak yakin. Berbicara ketidaksanggupan untuk melepas, tapi tidak pernah berkaca pada ego sendiri. Sejujurnya, aku sendiri kadang tak tahu apa alasanku untuk berdiam diri. seolah-olah sanggup tidak ada kabar darimu. Tidak mengetahui kamu sedang apa. Iya, mungkin berpura-pura. Tapi, siapa lagi yang bisa membuatku sok-sok bertahan dengan keadaan seperti ini. Ya, cuma kamu. Aku yang takut untuk kehilangan. Kamu, aku tidak tahu. Tapi aku dan kamu yang egonya lebih besar dari tengkorak kepala. Entahlah. Aku yakin, mungkin ada perasaan yang sedikit pupus. Bukan karena waktu yang terlalu panjang untuk berdua (kalau begitu, untuk apa ada pernikahan? Pernikahan membosankan? Ku harap tidak!) Tapi yang kuyakini adalah ada perasaan yang tergencet dengan ego masing-masing dan merasa tidak diabaikan. Kita yang salah, kita yang sangat menuruti ego. Dia lelah, dia capek di-bully ego. Aneh. Disaat yang satu ingin lepas bebas, yang satu tak sang...

Indonesia Bro!

Sudah 2014. SELAMAT TAHUN BARU! SELAMAT DATANG TAHUN SKRIPSI! Indonesia itu kaya banget, apalagi wisatanya. BEH! Gue terlanjur jatuh cinta dengan alamnya. entah. Entah bagaimana Tuhan menempatkan semua ini di negara Indonesia. Indonesia seharusnya beruntung. Indonesia seharusnya bersyukur dengan alam yang bisa membuat negara lain iri padanya.  Gue tercengang. Padahal, baru sepersekian dari alam Indonesia yang gue kunjungi. Tapi mereka membuat gue tidak bisa berpaling dan mengedipkan mata dari pemandangan yang super duper GREAT! Emm, dulu, gue suka melihat RPUL (gue lupa apa kepanjangannya). Ndak bosan-bosan melihatnya. Disitu banyak banget informasi tentang alam dan budaya Indonesia. Gue mengira, dunia itu isinya cuman Indonesia. Rupanya, Indonesia hanya sebagian kecil dari daratan yang ada dimuka bumi. Hem, pulau-pulaunya itu ku kira negara-negara. Lucu. Gue juga suka baca tentang legenda-legenda jaman dulu, misalnya asal mulanya Danau Toba, Tangkuban Parahu, Malin Ku...

Yang tidak kita lihat

Malam ini aku teringat dengan judul novel yang belum pernah ku baca dan masih teronggok di lemari buku di rumah, judulnya 'Noda Tak Kasat Mata' yang ditulis oleh salah satu penulis Indonesia favoritku, Agnesjessica. Aku mulai jatuh cinta dengan tulisannya ketika aku meminjam novel kawanku judulnya 'Bidadari Bersayap Biru', lalu aku berniat membeli novelnya yang lain seperti 'Piano Di Kotak Kaca', 'Three Days Cinderella', dan lain-lain. Hem, cukup. Aku tidak membahas itu. Noda tak kasat mata. Dulu aku pernah membuat nama blog ini jadi Rasatakasatmata. Dan seperti bluetooth hp, flashdisk, sempat kunamai dengan nama serupa. Iya. Dulu aku pernah punya kekaguman. Tapi, kekaguman tetaplah kekaguman. Dia bukan cinta yang diharapkan, dia bukan kasih yang terus masuk dalam doa, dia bukan orang yang bisa membuat aku tahu siapa aku. Tak kasat mata. Banyak hal yang terjadi tanpa kita lihat. Kita membicarai orang lain di belakangnya, orang lain tersebut tidak tahu....