Skip to main content

Kisah Jalan, Lari dan Duduk



Tahun ini, salah satu keburukkan dari diri yang sedang dalam proses ingin diubah adalah mengenyahkan rasa iri hati. Semakin menua, ada senja yang menyadarkan bahwa iri hati adalah sumber kebencian yang paling hakiki. 

Beberapa tamparan dari kata-kata juga membantu melenyapkan rasa iri hati. Belum lama, salah satu senior, yang aku rasa sudah cukup banyak merasakan asam garamnya kehidupan, berkata layaknya seorang sudah sepuh:

"Ini hidup pilihan. Mau jalan, jalan lah kau. Mau lari, lari lah kau. Mau duduk, duduk lah kau. Dari 3 cara itu, hasilnya beda-beda. Jangan kau duduk-duduk aja, tapi pengen sama bahagianya dengan yang udah capek lari, ngerti kau kan?"

Hahaha, agaknya Tuhan mengabulkan salah satu point doaku, menjadi pribadi yang lebih bijak. Tuhan baik ya! (Yaelah, Tuhan memang baik kaleusss..). Dia mengajarku dengan perkataan-perkataan yang legit dan pedas. Wuihh, imbang-imbang Ayam Richeese Factory level 5.

Aku pernah merasa iri hati,"Kenapa dia bisa gitu ya? Padahal dia kan begini...begitu..". Segala argumentasi aku karang-karang dengan kalimatku sendiri, secara spontan dan semangat. But, finally, it's useless. Aku membuang-buang waktu dan menambah pundi-pundi dosa. Lucu ya? Iya, setelah nyadar sih. Wkwkwk..

Ya memang nyatanya, penyadaran diri tentang "apa yang kau tabur, itu yang kau tuai" harus dimatangkan lagi. Berapa lama? Tentu jauh lebih lama dari durasi membuat dodol durian. Yaelah!




Comments

  1. Betul itu, hidup kudu konsisten. Mo lari ya lari aja, atau duduk ya duduk aja, cape kali klo kudu melakukan semua

    ReplyDelete
  2. Yeps, mesti kerja keras juga hari ini buat hidup yang lebih santai di kemudian hari, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kurang lebih begitu sih nita.. Biar ongkang-ongkang kaki pas tua. wkwkw

      Delete
  3. Apa yg kita usahakan sebanding dgn yg kita dpt emang ya mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh mbak, hasil tak mengkhianati usaha adalah mutlak adanya. hehe :D

      Delete
  4. makasih inspirasinya mbak,, jadi ada ide mau buat nulis apa lagi di blog untuk next step..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak. semoga semakin saling menginspirasi yaaa :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...