Lalu dia menyenderkan kepalanya dibahu pria yang ada di sampingnya. Perlahan matanya tertutup, tapi tidak tidur, Menarik nafas panjang. Udara sore itu, mendung dan mendinginkan suasana yang ada.
"Bagaimana aku tadi ketika marah? Aku merasa jelek. Aku lupa untuk menahan mulutku, lupa memikirkan perasaanmu ketika aku luapkan semua."
Pria itu diam, menatap ilalang dari kejauhan.
Pria itu tidak berekspresi apa-apa.
"Bisa kan kita membicarakannya baik-baik? Maaf, aku udah berperilaku seperti anak-anak. Tapi, temani aku untuk belajar lebih dewasa.."
Tiba-tiba pria itu membelai rambut wanita itu, "Aku telah memiliki dan dimiliki olehmu. Aku wajib menerima senyum dan marahmu. Maaf aku terlambat mengerti kamu. Biarkan aku belajar mengerti dan dimengerti hanya oleh kamu.."
Comments
Post a Comment