Skip to main content

Nasehat Dari Hajatan Mas Bobby dan Mbak Kahiyang

Pernikahan Adat Jawa Kahiyang Ayu Dan Bobby Nasution Di Solo - 016
PERNIKAHAN ADAT JAWA KAHIYANG AYU DAN BOBBY NASUTION DI SOLO
Melihat pernikahan Mas Bobby dan Mbak Ayang, membuat aku pribadi sebagai seorang bersuku Batak agak berbangga hati, terlebih lagi Mbak Ayang telah sah menyandang boru Siregar, yang dalam partuturan (silsilah) Batak, Siregar masih bersaudara dengan marga Nainggolan. Ya, marga Nainggolan adalah boru-nya mamaku. Bisa dibilang, secara ga langsung Mbak Ayang adalah tanteku. Ya apapun itu, ini berbicara tentang budaya, bukan niat yang aneh-aneh. Setidaknya jika bertemu, ada panggilan yang lebih sopan kepada Mbak Ayang. Congratulation to be Kahiyang Ayu boru Siregar, Mbak! 

Tapi dari semua perhelatan yang ada, hal yang paling ku kagumi adalah poda (nasehat) yang disampaikan Pak Jokowi kepada boru-nya (anak perempuan) dan hela-nya (menantu laki-laki) untuk bekal menjalani rumah tangga:

1.Pantun hangoluan, teas hamatean.
Untuk hidup bahagia haruslah menjaga sopan santun. Jika tidak menjaga sopan santun, maka malapetaka bisa datang. 

Ya, seperti yang diajarkan hampir setiap orangtua pada anaknya, sopan santun. Di zaman serba social media ini, agaknya bertutur kata dan tingkah yang baik sudah hampir punah. Label "Kids zaman now" begitu erat menempel pada mereka yang merasa hebat ketika menjadi pusat perhatian dengan gaya mereka yang sudah di luar norma sosial yang ada. Sopan santun tidak hanya untuk yang lebih tua, kepada yang muda pun begitu kok. Sepertinya, slogan “anda sopan, kami segan” akan menghantarkan kita pada hal-hal kebaikan.

Album Pre-Wedding Nusantara Kahiyang Ayu Dan Bobby Nasution - 007
PRE-WEDDING NUSANTARA KAHIYANG AYU DAN BOBBY NASUTION
2) Suan tobu di bibir, dohot di ate-ate.
Manis bukan hanya di mulut, tetapi juga di hati. Kebaikan yang dikatakan juga kebaikan yang dilakukan sepenuh hati. 

Ada banyak macam-macam kebaikan. Dari mulai perbuatan, pikiran, perkataan dan hal yang lain. Mengubah pola pikir untuk tidak munafik, kemudian menjadi manusia yang lebih jujur dan sederhana akan hal sesuatu, dapat menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Tidak perlu menilai sesuatu secara berlebihan. Sepertinya, majas hiperbola mendarah daging di diri kita. Terlalu meninggi-ninggikan penilaian agar terlihat seperti “teman terbaik” dan terlalu merendahkan akan sesuatau karena merasa “I am totally right, and you are damnly wrong!”. Lakukan dan ucapkan sesuai takaran. Bukankah, segala yang berlebihan itu adalah bom yang sewaktu-waktu akan meledak?

Album Prosesi Siraman Kahiyang Ayu Di Solo - 003
PROSESI SIRAMAN KAHIYANG AYU DI SOLO
3) Tangi di siluluton, inte di siriaon. 
Jika ada kemalangan, walaupun tidak diundang, kita wajib berupaya untuk datang dan menolong. Namun demikian, jika ada kegembiraan, kita hanya wajib datang kalau diundang. 

Dari semua Poda, ini yang paling unik buatku. Agaknya, inilah Poda untuk menilai, siapa sesungguhnya teman. Di jaman “tercyduk” ini, kebanyakkan orang sedih ketika orang bahagia, dan bahagia ketika orang sedih. Hahaha… Ga banyak yang bisa ku ceritakan tentang poda ini, karena rasaku Poda ini cukup jelas dan mudah diingat untuk dipraktekkan. Hal yang dibutuhkan cuman kesadaran kita aja kok, hehehe..

Kalau kita banyak menanam, maka kita akan banyak memetik hasilnya. Artinya, banyak-banyaklah berbuat kebaikan, agar ananda memetik kebahagiaan.

Poda yang satu ini membuat aku teringat pada buku The Power by Rhonda Byrne, yang bisa disimpulkan bahwa semakin banyak hal positif yang kita sebar, itu akan menjadi “magnet” untuk menarik hal-hal positif yang kita dapat. Dan mungkin di setiap keyakinan mengajarkan “apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai”, atau istilahnya karma? Mungkin.
Sesungguhnya, sudah banyak hal-hal yang seperti ini yang terjadi di sekitarku. Dan aku pribadi pun, pernah merasakannya. Ya, beberapa bulan belakangan ini, aku agak melupakan “aturan semesta” yang satu ini. Selalu membanding-bandingkan, hingga timbul rasa iri dan akhirnya suka memperhitungkan “kalau aku berbuat ini, berkorban seperti ini, apa yang akan aku dapat?”. Agaknya, aku lupa apa arti kata ikhlas. Tapi, itulah baiknya semesta, dia mengingatkan dengan hal-hal kecil. Sekarang tinggal bagaimana kepekaan kita pada tegurannya. Hehehe..

Semua poda memang berisikan tentang hal-hal yang baik dan dilihat dari keseluruhan, akan membuahkan cinta kasih dan kedamaian. Secara kasat mata, mungkin agak susah untuk dipraktekkan sehari-hari. Tanpa perlu kita sangkal, egoisme, selalu merasa benar, dan ingin menang sendiri masih mendominasi. Sekarang, tinggal kita, apa kita mau hidup dalam kedamaian atau ketidaknyamanan? Tidak perlu menunggu orang lain berbuat hal-hal itu pada kita, yuk kita awali dari hidup kita masing-masing. Semoga hidup kita lebih berfaedah buat sekeliling ya..
Sekali lagi, aku mengucapkan selamat buat Mas Bobby dan Mbak Ayang. Semoga bisa menjadi keluarga yang SAMAWA dan menjadi panutan untuk keluarga-keluarga baru lainnya. Dan semoga, dengan adanya pertautan dua budaya, dapat menjadi contoh yang positif untuk Rakyat Indonesia. 

By the way, Pak Jokowi dan Bu Iriana mantep juga nari tor-tor ya! Mas Gibran juga gitu. Mbak Selvie ayu tenan, Mbak bisa jadi Kate Middleton-nya Indonesia. Mas Kaesang dan cemewewnya segera menyusul ya! Dan yang terakhir, Jan Ethes, cakep tenan koe, cah. Bunch of love for this Family.

Eh, ngomong-ngomong gaya pacaran Mas Bobby dan Mbak Ayang juga yang bener. Diam-diam udah lama pacaran, terus tiba-tiba udah ada undangan aja. Bisa ditiru nih! Hehehe..

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...