Skip to main content

Posts

Dear You, Coffee | Road to UKMPPD #1

*My really fresh Post after got Try Out - Exhale* Untuk kesekian kali, aku beli sebotol kopi, bukan karena aku suka, tapi karena aku memang butuh. Bisa dibilang, aku berada di garda paling belakang dan bahkan hampir ga nampak dalam barisan penyuka kopi, hahaha.. Terserah mau kopi apa, yang penting kopi. Tapi, aku tidak mutlak menjauhi kopi, kok . Aku cuman tidak suka mengkonsumsinya. Aromanya, aku lumayan suka. Hehehe.. Mungkin benar kata orang, "Ada baiknya, sekalipun sesuatu itu, tidak kamu sukai, jangan terlalu kamu benci. Kamu tidak akan tahu, kapan kamu malah yang datang kepadanya dan meminta bantuan". Iya, efek kopi itu yang sedang aku butuhkan. Efek kafeinnya emang kebangetan, sanggup buat aku ga tidur sampai pagi. Bener-bener meningkatkan frekuensi detak jantung, darah mengalir lancar jaya, sehingga tubuh benar-benar "dimandikan" darah, apalagi otak semakin semangat dengan datangnya supply oksigen. Gimana bisa tidur, coba? Sebentar, kenap...

Aku dan Caraku Menulis - Tolong Sesekali Manjakan Dirimu

Ini postingan yang aku buat, lagi-lagi, karena pertanyaan di ASK.FM  dan yang nge-chat aku di dunia maya. "Kak, dimana nyari inspirasinya?" - Di wc dek, pas boker (ini serius) "Nov, kamu koas kan? Bisa juga nulis? Sempat ya" -iya, koasnya nyante boss, haha.. "Kak, aku suka baca blog kakak (aku cuman nge-copy doang, suer!), gimana kakak nulis?" -ya pake tangan dek, lho (?) Dan beberapa pertanyaan lain.  Sesungguhnya, aku berterima kasih sama mereka-mereka yang sudah berkenan membaca tulisan-tulisanku ( yang kebanyakkan absurd ), Kalian apa ga merasa, telah membuang-buang waktu kalian dengan membaca blog aku? Huahahaha.. Actually , jaman visualisasi sekarang, membaca dan menulis adalah hal yang hampir ditinggalkan. Huruf sebentar lagi tinggal jadi fosil. Kenapa? Sebagian besar manusia, apalagi rakyat Indonesia, index membacanya sangat rendah. Gimana jadinya nanti kalo manusia kurang membaca? Dan gimana bisa aku lebih memilih jadi ...

Kita Hidup Karena Kita Punya Tugas

Wah, sudah hampir sebulan vakum dari nge-blog. Lah, emang kemana? Iya, aku sedang nyelesain koas terakhirku dan mempersiapkan diri untuk ujian negara. Ribet ya jadi dokter? Kok mau jadi dokter? Ah, ga usah bertanya tentang itu. Yang penting, mohon doanya ya, pertengahan tahun 2017 sah jadi dokter :) Tumben nulis? Iya, selain lagi jenuh, ada hal lain yang pengen aku share . Tentang tugas. Ya, tugas, tapi bukan tugas perkuliahan kok :') Someone older than me, ever said ,"Kita itu punya tugas di dunia ini. Tugas untuk bermain, bekerja, menikah, beranak pinak, membesarkan dan menyekolahkan anak, dan menikmati hidup. Ada orang yang mesti berhenti (meninggal) di tugas bekerja. Ada yang bahkan baru berhenti sampai dia punya cicit". Then , aku juga ingat kata-kata Kakashi atau Sasuke atau siapaa gitu di Kartun Naruto,"Takdir manusia semua beda, kecuali mati. Semua manusia akan mati". Dan aku menyimpulkan bahwa, mati juga adalah tugas, dan bahkan tugas wajib. Na...

My 5 minutes make up

Berbicara tentang make up, aku bukan tipe yang suka duduk berlama-lama di depan meja rias. It isn't me. Aku juga ga suka make up yang berat di wajah, rasanya pengen aku copot aja itu wajah. Ga betah. Dan setelah aku lihat-lihat, aku sering berjerawat setelah pakai make up. *ternyata ga enak yang berjerawat itu yaa.. So how i get my 5 minutes make up? 1. Serum - Moisturizer - Sunblock Aku memakai 3 serangkai ini sebagai base -nya sebelum dimacem-macemin biar kulit wajahku tetap terlindungi. Untuk Serum , aku memilih Ponds Serum Flawless White Ultra Luminous Serum . Kenapa aku memilih itu? Aku jatuh cinta padanya pada pemakaian pertama dan memang aku menyamakan dengan pelembabnya. Eh, cocok! Untuk moisturizer , aku memilih Ponds juga. Ga terlalu mikir yang seri mana, soalnya udah aku cobain semua, dan cocok.  Kalo sunblock , aku pakai Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50+ PA+++ . Enak, nyaman, cuman kadang-kadang buat wajahku yang oily tambah rada mengkilap. Huahahah...

Berhati Sosial di Sosial Media | #XtraKEBeragaman #XL4GLTE

Saya, salah satu orang yang hidupnya yang didominasi oleh internet. Karena sejauh saya sebagai pengguna internet, banyak hal-hal baru dan yang tidak terduga, yang saya dapat dari dunia maya. Iya, sedikit banyak kehidupan sosial dan cara berpikir saya berkembang melalui internet. Apalagi sekarang jaringan 4G LTE XL semakin luas dan muanteeps, Wohoooo, makin sering saya up-date dengan informasi. Saya bersyukur, saya tidak terlambat untuk mengenal internet. Lalala...Uyeeeaay!! Bercerita tentang KEBeragaman, kita tidak perlu mengacu pada hal-hal yang terlalu tinggi atau terlalu sensitif untuk diperbincangkan. Sederhananya saja, bagaimana beberapa akun sosial media baik instagram, facebook, twitter , dan yang lain, yang berkenan memberikan ruang bagi mereka-mereka yang sesungguhnya mungkin tidak mengenal apa itu internet. Dan kehadiran mereka memberi pelajaran buat kita. WOW! Siapa sih mereka?       Sepertinya ini cikal-bakal akun Ketimbang Ngemis. Hin...

Kisah Jalan, Lari dan Duduk

Tahun ini, salah satu keburukkan dari diri yang sedang dalam proses ingin diubah adalah mengenyahkan rasa iri hati. Semakin menua, ada senja yang menyadarkan bahwa iri hati adalah sumber kebencian yang paling hakiki.  Beberapa tamparan dari kata-kata juga membantu melenyapkan rasa iri hati. Belum lama, salah satu senior, yang aku rasa sudah cukup banyak merasakan asam garamnya kehidupan, berkata layaknya seorang sudah sepuh: "Ini hidup pilihan. Mau jalan, jalan lah kau. Mau lari, lari lah kau. Mau duduk, duduk lah kau. Dari 3 cara itu, hasilnya beda-beda. Jangan kau duduk-duduk aja, tapi pengen sama bahagianya dengan yang udah capek lari, ngerti kau kan?" Hahaha , agaknya Tuhan mengabulkan salah satu point doaku, menjadi pribadi yang lebih bijak. Tuhan baik ya! ( Yaelah, Tuhan memang baik kaleusss.. ). Dia mengajarku dengan perkataan-perkataan yang legit dan pedas. Wuihh, imbang-imbang Ayam Richeese Factory level 5 . Aku pernah merasa iri hati,"Kena...

[Fiction] Mendung dan Sore

Lalu dia menyenderkan kepalanya dibahu pria yang ada di sampingnya. Perlahan matanya tertutup, tapi tidak tidur, Menarik nafas panjang. Udara sore itu, mendung dan mendinginkan suasana yang ada. "Bagaimana aku tadi ketika marah? Aku merasa jelek. Aku lupa untuk menahan mulutku, lupa memikirkan perasaanmu ketika aku luapkan semua." Pria itu diam, menatap ilalang dari kejauhan. "Maafkan aku. Aku takut kita begini, berbeda paham untuk waktu yang lama. Boleh aku melihat kamu tersenyum lagi saat kamu melihat aku?", dia mengangkat kepalanya dan mengarahkan kepala pria itu ke dia. Pria itu tidak berekspresi apa-apa. "Bisa kan kita membicarakannya baik-baik? Maaf, aku udah berperilaku seperti anak-anak. Tapi, temani aku untuk belajar lebih dewasa.." Tiba-tiba pria itu membelai rambut wanita itu, "Aku telah memiliki dan dimiliki olehmu. Aku wajib menerima senyum dan marahmu. Maaf aku terlambat mengerti kamu. Biarkan aku belajar menge...