Adalah sulit ketika kamu berhadapan dengan kasus yang sebenarnya mudah tapi karena ada hambatan di luar medis, semua serba terbatas. Meskipun sudah ada asuransi kesehatan atau beberapa kebijakkan kesehatan yang sangat berpihak pada pasien, nyatanya belum semua ter- cover dengan baik. Banyak alasan, dari tidak ada waktu mengurus, tidak mau ribet, malas, sampai kalimat “toh kan saya jarang sakit, dok”. Sungguh, jenis pasien yang terakhir ada pasien yang mungkin punya cenayang khusus kesehatannya. Aku pernah mendapati kasus seorang pria paruh baya, usia sekitar 60-an awal, datang ke puskesmas dengan keadaan pincang. Dia terbantu dengan entah sebatang kayu atau setengah bagian bambu, yang panjangnya hampir sama dengan tinggi badannya, untuk menahan sebagian beban badannya. Logatnya yang terdengar seperti bukan warga asli di kabupaten ini. Iya, dia adalah seorang perantau dari kabupaten sebelah, kira-kira 6 jam dari tempat kerjaku. Dia hidup sendiri di sini. Keluargany berada di...