Skip to main content

TURUN KE JALAN - HANI 26 JUNI

Taraaaaa...! Meskipun tergolong #latepost, tapi ini pengalaman baru buat aku dan temen-temen yang lain. Jadi begini ceritanya. Sebenarnya peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di peringati setiap tanggal 26 Juni. Tapi berhubung katanya kalo sebelum ngadain aksi turun kejalan (Inget, ini aksi bukan demo. Mahasiswa itu ga pake demo, tapi pake aksi. Aksi itu pake bukti, bukan suara keras kaya mamak-mamak di pajak. Ga bakar-bakar ban, mending bannya jadi bahan buat ketapel, huahaha...), kitanya mesti lapor ke polisi 3x24 jam. Yah, finally gagal deh pas tanggal 26 nya itu diadain. Pihak BEM mengubah jjadwal, Jadinya tanggal 2 Juli kemarin.

Singkat cerita, kami ada sekitar 12 orang dari stambuk 2010 dan 2011 turun ke jalan untuk membagikan brosur dan stiker tentang narkoba. Pertama, kami turun di bundaran Sudirman, dilampu merah sekitar pancuran Bank Mandiri. Ini diaaa..
#1
#2
Untuk pertama kalinya kita turun ke jalan. Gugup sih, ngebayanginnya ituu.. Huahaha.. Ngerasain senyum tapi ga dianggap. Ketika menokok jendela mobil tapi ditolak. Dikirain sales
"Dimana belinya dek?" *nah lho, kami ga sales massss..
"Apa ini? Berapa harganya?" *yahh lagi lagi..
Ada beberapa yang nerima baik, syukur banget. And the next trip tooo... Bundaran SIB, kami berdiri diskitar trotoar dekat lampu merah. Bayangkan panasnya itu, matahari tepat berada di atas kepala. Kami tinggal tunggu matengnya aja lagi. Wkwkwk. This is it!

 #3
#4
Pas disini udah rada kebal dengan penolakan, hakhak. Tapi ga kalah banyak juga memberi respon positif. Menerima dengan senyum, Membuka jendela mobilnya sekedar untuk melihat spanduk kami, Ga sia-sia yang berdiri di bundaran dekat air mancur itu. Ada yang bertanya hal yang normal
"Ini apa dek?"
"Ini aksi peringatan hari anti narkoba internasional pak".
"Oh iya, makasih ya.."
Ada juga yang gue kasih ke nenek-nenek yang naik becak sama cucunya. Dikasih ke pengamen juga biar mereka ga make itu. Orang yang stylenya sih anak kuliahan. And the last! We moved to daerah Jamin Ginting, dekat pintu satu USU. Hemm, rada ekstrem aja. Kaminya dari kampus mana, beraksinya dimana. Hihi.. Nih diaaaa...
#5

Wohooooo~ Akhirnya kelar juga beraksi dibawah terik matahari sampai sore. Sejauh mata memandang, ga ada yang membuang brosur dan stikernya. Puji Tuhan, hujan turun setelah itu. Berarti aksi kami emang diberkati :D :D Semoga bermanfaat buat semuanya!
Nih anggotanya...
#6
 #7
 #8
#9

Merdeka dari NARKOBA
atau
Mati karena NARKOBA!!

#10

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

Sensasi Unik Menginap Borough Capsule Hostel, Bali

Hari pertama begitu menginjakkan kaki di Bali, aku ga kemana-mana. Hanya sekedar singgah ke Pusat Oleh-oleh Krisna dan mencari makan malam. Aku lebih memilih ngadem di kamar hotelku. Seperti di posting -an  sebelumnya, aku menginap di Borough Capsule Hostel , Bali. Aku punya prinsip bahwa penginapan hanyalah tempat singgah, mandi dan tidur. Kecuali untuk momen spesial seperti bulan madu, penginapan menjadi hal krusial yang perlu dipilih-pilih. Maka, karena memang aku ingin punya suasana liburan yang baru, aku memilih  Borough Capsule Hostel .  Aku booking  lewat aplikasi  Traveloka . Awalnya cuman 2 malam. Kemudian setelah dipikir-pikir, aku memperpanjangnya sampai aku kembali dari Bali. Memang sih ada perubahan harga setiap harinya, tapi itu ga membuatmu lebih rugi dibandingkan dengan harga ketika booking langsung. Karena kalau booking langsung, biasanya lebih mahal. Ada beberapa jenis kamar, seperti mixed, only female, dan  variant ...