Skip to main content

Kata Qaqa Dokter, Obatnya Berdoa

Beberapa minggu yang lalu, aku ikut baksos Imasi, salah satu BSO di kampusku. Ya, ngikutin Baksos adalah hal yang wajib minimal sekali aku ikuti tiap tahunnya. Manfaatnya banyak, bisa ngelatih dan membiasakan anamnesa dan vital sign, berbicara sama pasien, melayani dan mendengarkan keluh kesah mereka, mendapat pengalaman tinggal di pedesaan dan terakhir pergi sejenak dari hiruk pikuk polusi panas kota Medan.
Hari itu, hari Minggu. Setelah kami ibadah yang dipimpin oleh dosen kami sendiri, dr, Juniansen Purba, Sp.OG (beliau adalah senior ayah waktu kuliah dulu. Beliau bukan saja seorang dokter obgyn, tapi aku dengar-dengar beliau adalah penginjil juga. Salah satu alasan beliau mau ikut baksos adalah ya itu, ingin mengabarkan kabar keselamatan. Asli, beliau begitu bersemangat. Waktu itu beliau tidak malu-malu untuk mempraktekan tingkah Zakeus. It was not an entertain, but all people laugh. Aku berharap mereka tertawa dan mengerti maksud dan tujuan kenapa beliau bertingkah seperti itu. Dan beliau memang salah satu dosen yang ku kagumi).
Setelah itu kami mulai melaksanakan baksos. Entahlah, aku senang berkomunikasi dengan pasien-pasienku. Denger mereka blak-blakkan cerita tentanh sakitnya, keluarganya, kehidupannya, pekerjaannya.

"Itulah capek aku kadang. Ngilu-ngilu kakik ku. Kalo malam sering pusing, sakit leherku.."

"Iya inang, banyaklah istirahat. Inang suka makan daging?"

"Iya, tapi ga banyak-banyak kali. Ìstirahatnya aku, tapi kalo tidur-tidur terus siapa yang kerja? Anak-anakku mau makan apa?"

"Iya inang, tapi janganlah itu buat inang sakit. Anak-anaknya dikasih pengertian kalo udah besar-besar. Apa yang inang pikirkan sampai pening gitu? Negara ini nang?" Awak coba melucu.

Kemudian agak diambilnya kain sarungnya, mulai diusapnya air matanya.
"Cemanalah ya, anakku empat. Aku cuman tukang pijit. Takut aku anakku besok ga bisa sekolah."

"Inang, ga semua harus dipikirkan. Kita punya Tuhan, inang. Tuhan udah mengaturnya. Yaudah, kita cek tensi (vital sign) dulu ya nang", aku dan temenku mulai ngecek tensi dan vital signnya.

"Inang, berapa biasanya tensi inang?"

" 150 gitulah"

"Hem, oke inang, kitanke dokternya ya sekarang.."

Aku dan inang itu pergi ke ruangan dokter. Disitu aku mendapati seorang kakak dokter cantik, aku lupa senior angkatan berapa. Dia membaca hasil anamnesa. Semuanya cukup baik, kecuali tensi.

" apa keluhan kam nang?"

"Iya, ini kepalaku sering pusing, badan pegal-pegal"

Lalu kakak dokternya diam dan tiba-tiba bertanya.
"Apa yang inang pikirkan?"

"Banyaklah.."

"Apa kerja inang?"

"Tukang pijit"

"Amang dirumah?"

"Ga ada kerjanya."

"Berapa anak inang?"

" empat. Masih sekolah semua"

"Jadi apalah yang inang pikirkan?"

Mata inang itu mulai berkaca-kaca. Sarungnya diambilnya lagi.
"Iya, aku ga tau mau makan apa anakku besok. Entahnya bisa sekolah dia besok ato ga."

"Sekarang anak inang masih sekolah kan?"

"Iya..."

"Ìnang, inang kurang berdoa. Kurang berserah. Inang terlalu memikirkan semuanya. Kekhawatiran inang itu yang jadi sumber penyakit. Aku kasih pun obat, ga gunanya itu. Ga semua obat itu menyembuhkan. Anak masih sekolahnya, udah besar-besar semua.."

"Tapi kan, kek mana kalo mereka ga bisa sekolah? Mau kek mana nanti?"

"Nang, kita punya Tuhan kan? Berdoalah, tambah-tambahkan berdoa dan berserah. aku pun dulu sekolah susah-susahnya, karena Tuhan aja aku bisa kaya gini. Berdoa itu obatnya. Berserah kita ya nang..."

Inang itu mengangguk-angguk.

"Inang suka makan daging?"

"Iya kadang-kadang.."

"Kurangi ya inang. Banyakin makan sayur, makan buah, minum air putih. Aku kasih vitamin aja sama inang ya. Obat dariku, berdoa ya nang.."

Kira-kira begitulah percakapan kakak dokter dan inang itu. Aku cuman bisa mengelus-elus pundak inang itu. Mungkin kalo kita lihat di tipi-tipi ga seberapa dapet sedihnya. Tapi pas dengerin langsung, ya gitu, problmatika kehidupan itu sungguh ada. Tergantung kita sendiri menyikapinya gimana, sekuat apa kita? Seberserah apa kita? Sesadar apa kita kalo kita memang manusia yang lemah?

Kalo dipikir-pikir, kenapa sesedih itu Tuhan menciptakan kisah inang itu ya? No! Hidup kita enggak sakit-sakit kali, ga sesakit Tuhan Yesus yang tangan dan kakinya ditusuk sama paku tanpa anastesi, lambungnya ditusuk entah untuk apa, kepalanya yang dimahkotai mahkota berduri dan mungkin itu ada ruptur, cuman nebus kita yang perbuatannya ngeri sekali.

Kalo kita merasa susah, kita sedang diuji. Berdoalah kalau kamu merasa itu semua melebihi kemampuanmu!

----------------------------------------------------------------
Matius 21:22 - Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Markus 11:24 - Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yohanes 14:13-14 - Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Lukas 11:9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Mazmur 43:5  Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

TIDAK ADA DOA YANG TIDAK ADA JAWABAN, APALAGI JAWABANNYA SALAH.

Jadi udah tau dong supaya enggak sedih lagi?

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...