Belajar ngatur keuangan atau
financial secara pribadi sejak dini, itu perlu. Karena kebanyakkan dari kita
nantinya, ketika sudah berpenghasilan sendiri, jadi lupa daratan, jadi ngerasa
hebat “Kan aku yang nyari duit. Kalo habis, ya cari lagi, kerja lagi”, memanjakan
diri sepuas-puasnya, hang out sejadi-jadinya. Lupa nabung, lupa kalo di alam
ini ada yang namanya Kejadian Tak Terduga, kita mau ga mau mesti ready dengan
segala kemungkinan yang ada.
Inget, sifat manusia itu ada dua:
1. Enggak pernah puas. 2. Dikasih uang sedikit, jadi berlebih. Dikasih uang
banyak, malah selalu kekurangan. Tenang, kamu enggak sendiri. Saya juga pernah
ngalami itu kok. Ada sisi dimana saya enggak puas dengan apa yang saya miliki,
sepertinya Rumput Tetangga Lebih Hijau Dari Rumput Sendiri. Akhirnya sering
bablas beli barang yang sebenarnya enggak penting-penting kali. Cuman supaya kelihatan
gaul, ya saya beli. Saya belajar dari itu, dan kamu juga saya harap juga mau
belajar me-manage keuanganmu, dimulai dari uang yang belum terlalu banyak.
Percayalah, ketika kamu bisa mengatur yang sedikit, suatu saat kamu akan
dipercaya untuk mengatur yang lebih banyak lagi.
Di sini ada beberapa
alasan-alasan, kenapa saya memulai berhemat. Tapi sebelum itu kamu baca, tolong,
segala pemikiran tentang kepuasan yang berlebihan atau sekedar mengikuti jaman
yang nantinya berujung penyesalan, segera dibuang jauh-jauh. Kita mesti puas
tapi tetap mikir masa depan. Kita harus menikmati hidup tapi bukan berarti terlalu
mengikuti jaman.
Benar-benar sadar kalo kita masih ditanggung orangtua
Saya bicara sebagai seorang
perantau, yang masih kuliah ataupun masih jobless, ini wajib kalian sadari.
Bukan apa-apa, sadar diri saja, kita sebagai anak yang belum berpenghasilan
tapi gayanya seakan-akan high socialita banget, itu seharusnya kita malu. Yuk
berkaca. Kita bergaya masih dengan duit orangtua. Sadar ga sih sebenarnya
orangtua di kampung, bela-belain menyisihkan uangnya untuk kebutuhan kamu.
Pernah ga kepikiran kalo ada kalanya orangtua menunda hobinya atau bahkan mengurangi
porsi makanannya hanya demi memenuhi biaya hidup kamu, lalu kamu di perantuan
malah sesukanya memakai duit. Hemm… Mungkin kita belum kepikiran karena kita
belum tau gimana susahnya mencari duit, gimana rasanya “Kebutuhan anakku lebih
penting dari kebutuhan aku, orangtuanya…”
Benar-benar sadar kalo kita masih merintis karir
Jaman sekarang, apa-apa ingin
kita miliki, apalagi kalau udah punya system pendapatan sendiri. Wuih! Yakinlah
sisi hedonisme itu akan keluar tanpa disuruh, berkeliaran membabi buta. Kita
terlalu memuaskan diri, jadi lupa untuk nabung. Pernah ga berpikir siapa tahu
besok kamu dipecat? Kamu ga punya kerjaan? Kalo tadinya kamu nabung, tabungan
kamu bisa dijadikan modal usaha kan ya? Hemm..
Atau simplenya sih, setidaknya
ketika sudah bekerja, tabungan itu dipakai untuk nyicil beli rumah. Bukannya lebih nyaman tinggal dirumah sendiri
tanpa ditagih uang kostan tiap bulan (hahaha..). Atau sekedar investasi, entah
itu buka usaha bareng temen, investasi emas, atau yang lainnya. Setidaknya ketika
kamu sudah bekerja, kamu menabung, kamu bisa merintis hal-hal lain yang bisa
menambah sumber pemasukkan kamu. See?
Punya Prinsip
Iklan emang punya fungsi untuk
menarik pembeli, tapi kamu jadilah Smart Buyer. Jangan sedikit-sedikit ada
barang yang lagi nge-hits atau temen punya barang baru yang memang spek-nya
lebih bagus, kamu jadi pengen beli. Inget, beli barang berdasarkan fungsinya ya
shaaaaay... dan apa kamu memang perlu banget.Jangan nanti udah dibeli, eh malah
nyesel. Inget berhemat. Hidup harus punya prinsip, kalau ga kamu mudah
terombang-ambing, dan itu ga enak banget.
Hem, ada juga yang parahnya nih
ya, sangkin ngebet banget mau beli barang baru, kita bela-belain kredit. Saya
pribadi menyarankan, buanglah jauh-jauh hobi apa-apa kredit. Emang enaknya ya
pake barang, tapi masih ada perasaan “ngutang”? Ya kalo bisa, kalo memang butuh
banget, tunggu uangnya cukup. Jadi coba ambil satu prinsip untuk kehidupan
keuangan kamu. Itu bermanfaat banget loh..
Pintar-Pintar Mengolah Barang
Ada kalanya emang barang ga
dipake lagi, ujung-ujungnya ditumpuk, dibuang, atau dijual ke tukang botot.
Tapi semenjak saya ngelihat tutorial-tutorial Do It Yourselves, banyak loh
kreasi-kreasi untuk barang bekas. Misalnya nih, kita butuh rak buku, kita bisa
buat dari kardus bekas. Atau tempat pensil dari kaleng-kaleng bekas. Recycle is
better guys. Selain sebagai bukti cinta kita ke bumi, kita juga bisa berhemat
kok, jadi ga apa-apa beli. Kan sayang sih duitnya.
atau begini, udah terlalu banyak baju di lemari? Coba padu-padankan satu sama lain. Kalo kamu mentok dengan kombinasi yang itu-itu saja, coba search deh, siapa tau entar bisa jadi role mode ya kan? Nah, kalo bener-bener mentok dan buntu, bisa kok dijual. banyak sekarang website dan aplikasi yang menyediakan layanan barang pre-loved atau Second hand gitu. Ya memang harganya bakalan turun, cuman kalau ditumpuk di rumah juga bikin semak, bisa jadi sarang nyamuk. Wkwkwk...
Stop Depend On Brand
Ga sedikit loh orang yang lebih
mementingkan Brand daripada kualitas dan fungsi. Rasanya udah kekinian atau High Class banget
kalo dibadannya nempel barang bermerek. Saya, berpikir sebagai orang biasa
saja-lah ya, entah darimana harga tas kecil, yang paling muat ponsel,
dompet, bedak, dan lipstick, dibandrol dengan harga diatas 10 juta? Wkwkwk,
saya mau ketawa, tapi aneh. Bukan apa-apa, kok bisa gitu ya? Apa saya ya, yang
terlalu udik? Cuman ya, mungkin life style orang berbeda-beda. Tapi, ada
baiknya kita mengingat kata Om Bob Sandino “Bergayalah sesuai isi Dompetmu”.
Bergaul Dengan Orang yang Biasa-Biasa Aja Cara Hidupnya
Nah, ini nih. Manusia yang baik,
kalau diletakkan di tengah-tengah tukang begal, juga bakalan jadi tukang begal.
Namanya juga manusia, sisi makhluk sosial, dia akan beradaptasi dengan orang-orang
disekitar. Jadi kalo mau berhemat, bergaul dengan orang-orang yang cara
hidupnya sederhana saja. Dan kalo mau bergaya ala-ala sosialita kelas atas,
juga ga ngelarang. Tapi bukannya kita tadi pengen belajar hidup hemat? *Titik
dua P
Buat Skala Prioritas
Yaps, gaji udah dapat atau uang
bulanan udah dikirim. Apa sih target yang mau kamu beli bulan ini? Coba bikin
deh skala prioritasmu, kaya: Makanan 1 bulan, tranportasi, belanja bulanan,
keperluan praktikum, membeli baju putih untuk UAS, membeli satu stel baju untuk
ngelamar kerja, atau apalah yang bener-bener kamu perlu. Garis bawahi ya,
perlu. Selebihnya kamu tabung aja. Serius. Coba lebih komitmen dan disiplin
sama diri sendiri. Seenggaknya menabung bisa membuat hidupmu lebih tertata.
Hidup ga suka-sukanya, hidup terlalu bebas dan menjadi pribadi yang hedonisme.
Jadilah pribadi yang berbeda, yang lain daripada yang lain, dan kalo bisa jadi
contoh yang bagus untuk sekelilingmu. Apa ga worth it banget hidup kamu?

Comments
Post a Comment