Skip to main content

7 Kesadaran Sebelum Berhemat



Belajar ngatur keuangan atau financial secara pribadi sejak dini, itu perlu. Karena kebanyakkan dari kita nantinya, ketika sudah berpenghasilan sendiri, jadi lupa daratan, jadi ngerasa hebat “Kan aku yang nyari duit. Kalo habis, ya cari lagi, kerja lagi”, memanjakan diri sepuas-puasnya, hang out sejadi-jadinya. Lupa nabung, lupa kalo di alam ini ada yang namanya Kejadian Tak Terduga, kita mau ga mau mesti ready dengan segala kemungkinan yang ada. 

Inget, sifat manusia itu ada dua: 1. Enggak pernah puas. 2. Dikasih uang sedikit, jadi berlebih. Dikasih uang banyak, malah selalu kekurangan. Tenang, kamu enggak sendiri. Saya juga pernah ngalami itu kok. Ada sisi dimana saya enggak puas dengan apa yang saya miliki, sepertinya Rumput Tetangga Lebih Hijau Dari Rumput Sendiri. Akhirnya sering bablas beli barang yang sebenarnya enggak penting-penting kali. Cuman supaya kelihatan gaul, ya saya beli. Saya belajar dari itu, dan kamu juga saya harap juga mau belajar me-manage keuanganmu, dimulai dari uang yang belum terlalu banyak. Percayalah, ketika kamu bisa mengatur yang sedikit, suatu saat kamu akan dipercaya untuk mengatur yang lebih banyak lagi. 


Di sini ada beberapa alasan-alasan, kenapa saya memulai berhemat. Tapi sebelum itu kamu baca, tolong, segala pemikiran tentang kepuasan yang berlebihan atau sekedar mengikuti jaman yang nantinya berujung penyesalan, segera dibuang jauh-jauh. Kita mesti puas tapi tetap mikir masa depan. Kita harus menikmati hidup tapi bukan berarti terlalu mengikuti jaman.

Benar-benar sadar kalo kita masih ditanggung orangtua
Saya bicara sebagai seorang perantau, yang masih kuliah ataupun masih jobless, ini wajib kalian sadari. Bukan apa-apa, sadar diri saja, kita sebagai anak yang belum berpenghasilan tapi gayanya seakan-akan high socialita banget, itu seharusnya kita malu. Yuk berkaca. Kita bergaya masih dengan duit orangtua. Sadar ga sih sebenarnya orangtua di kampung, bela-belain menyisihkan uangnya untuk kebutuhan kamu. Pernah ga kepikiran kalo ada kalanya orangtua menunda hobinya atau bahkan mengurangi porsi makanannya hanya demi memenuhi biaya hidup kamu, lalu kamu di perantuan malah sesukanya memakai duit. Hemm… Mungkin kita belum kepikiran karena kita belum tau gimana susahnya mencari duit, gimana rasanya “Kebutuhan anakku lebih penting dari kebutuhan aku, orangtuanya…”

Benar-benar sadar kalo kita masih merintis karir
Jaman sekarang, apa-apa ingin kita miliki, apalagi kalau udah punya system pendapatan sendiri. Wuih! Yakinlah sisi hedonisme itu akan keluar tanpa disuruh, berkeliaran membabi buta. Kita terlalu memuaskan diri, jadi lupa untuk nabung. Pernah ga berpikir siapa tahu besok kamu dipecat? Kamu ga punya kerjaan? Kalo tadinya kamu nabung, tabungan kamu bisa dijadikan modal usaha kan ya? Hemm..

Atau simplenya sih, setidaknya ketika sudah bekerja, tabungan itu dipakai untuk nyicil beli rumah.  Bukannya lebih nyaman tinggal dirumah sendiri tanpa ditagih uang kostan tiap bulan (hahaha..). Atau sekedar investasi, entah itu buka usaha bareng temen, investasi emas, atau yang lainnya. Setidaknya ketika kamu sudah bekerja, kamu menabung, kamu bisa merintis hal-hal lain yang bisa menambah sumber pemasukkan kamu. See?

Punya Prinsip
Iklan emang punya fungsi untuk menarik pembeli, tapi kamu jadilah Smart Buyer. Jangan sedikit-sedikit ada barang yang lagi nge-hits atau temen punya barang baru yang memang spek-nya lebih bagus, kamu jadi pengen beli. Inget, beli barang berdasarkan fungsinya ya shaaaaay... dan apa kamu memang perlu banget.Jangan nanti udah dibeli, eh malah nyesel. Inget berhemat. Hidup harus punya prinsip, kalau ga kamu mudah terombang-ambing, dan itu ga enak banget.

Hem, ada juga yang parahnya nih ya, sangkin ngebet banget mau beli barang baru, kita bela-belain kredit. Saya pribadi menyarankan, buanglah jauh-jauh hobi apa-apa kredit. Emang enaknya ya pake barang, tapi masih ada perasaan “ngutang”? Ya kalo bisa, kalo memang butuh banget, tunggu uangnya cukup. Jadi coba ambil satu prinsip untuk kehidupan keuangan kamu. Itu bermanfaat banget loh..

Pintar-Pintar Mengolah Barang
Ada kalanya emang barang ga dipake lagi, ujung-ujungnya ditumpuk, dibuang, atau dijual ke tukang botot. Tapi semenjak saya ngelihat tutorial-tutorial Do It Yourselves, banyak loh kreasi-kreasi untuk barang bekas. Misalnya nih, kita butuh rak buku, kita bisa buat dari kardus bekas. Atau tempat pensil dari kaleng-kaleng bekas. Recycle is better guys. Selain sebagai bukti cinta kita ke bumi, kita juga bisa berhemat kok, jadi ga apa-apa beli. Kan sayang sih duitnya. 
atau begini, udah terlalu banyak baju di lemari? Coba padu-padankan satu sama lain. Kalo kamu mentok dengan kombinasi yang itu-itu saja, coba search  deh, siapa tau entar bisa jadi role mode ya kan? Nah, kalo bener-bener mentok dan buntu, bisa kok dijual. banyak sekarang website dan aplikasi yang menyediakan layanan barang pre-loved atau Second hand gitu. Ya memang harganya bakalan turun, cuman kalau ditumpuk di rumah juga bikin semak, bisa jadi sarang nyamuk. Wkwkwk...

Stop Depend On Brand
Ga sedikit loh orang yang lebih mementingkan Brand daripada kualitas dan fungsi. Rasanya udah kekinian atau High Class banget kalo dibadannya nempel barang bermerek. Saya, berpikir sebagai orang biasa saja-lah ya, entah darimana harga tas kecil, yang paling muat ponsel, dompet, bedak, dan lipstick, dibandrol dengan harga diatas 10 juta? Wkwkwk, saya mau ketawa, tapi aneh. Bukan apa-apa, kok bisa gitu ya? Apa saya ya, yang terlalu udik? Cuman ya, mungkin life style orang berbeda-beda. Tapi, ada baiknya kita mengingat kata Om Bob Sandino “Bergayalah sesuai isi Dompetmu”.

Bergaul Dengan Orang yang Biasa-Biasa Aja Cara Hidupnya
Nah, ini nih. Manusia yang baik, kalau diletakkan di tengah-tengah tukang begal, juga bakalan jadi tukang begal. Namanya juga manusia, sisi makhluk sosial, dia akan beradaptasi dengan orang-orang disekitar. Jadi kalo mau berhemat, bergaul dengan orang-orang yang cara hidupnya sederhana saja. Dan kalo mau bergaya ala-ala sosialita kelas atas, juga ga ngelarang. Tapi bukannya kita tadi pengen belajar hidup hemat? *Titik dua P

Buat Skala Prioritas
Yaps, gaji udah dapat atau uang bulanan udah dikirim. Apa sih target yang mau kamu beli bulan ini? Coba bikin deh skala prioritasmu, kaya: Makanan 1 bulan, tranportasi, belanja bulanan, keperluan praktikum, membeli baju putih untuk UAS, membeli satu stel baju untuk ngelamar kerja, atau apalah yang bener-bener kamu perlu. Garis bawahi ya, perlu. Selebihnya kamu tabung aja. Serius. Coba lebih komitmen dan disiplin sama diri sendiri. Seenggaknya menabung bisa membuat hidupmu lebih tertata. Hidup ga suka-sukanya, hidup terlalu bebas dan menjadi pribadi yang hedonisme. Jadilah pribadi yang berbeda, yang lain daripada yang lain, dan kalo bisa jadi contoh yang bagus untuk sekelilingmu. Apa ga worth it banget hidup kamu?

Comments

Popular posts from this blog

Nyamannya di Rumah Doa Segala Bangsa, Bukit Gibeon Sibisa | #3 Anak Kota Pulang Kampung

[Anak Kota Pulang Kampung] Belakangan ini, Medan lagi dingin banget ya, berasa lagi di daerah Tapanuli Utara. Brrrr... Jadi keinget lagi dengan liburan akhir tahun lalu. Bentar, kayanya sedap nih nyeruput teh manis anget + nyelupin roti Regale.. Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa masih terbilang baru, diresmikan tanggal 14 Mei 2016. Akupun mengetahuinya dari beberapa teman yang udah pernah ke sana duluan. Jadi jiwa panjang kaki ku, keluar begitu saja. Rasa penasaran ku juga meningkat pesat. Intinya, ga mau ketinggalan sih, wkwkwk... Iya, aku kemarin ngotot sekali untuk mampir ke Rumah Doa Segala Bangsa Bukit Gibeon Sibisa, padahal dari segi pemetaan, bisa saja aku dan keluarga melewati jalan Tele dari Pulau Samosir untuk menuju Tarutung. Tapi, panjangnya kakiku ga bisa dilawan. Kami pun menurutinya. Hahaha.. Seperti biasa, karena kami sebelumnya nginap di Pulau Samosir, kami pun menyeberangi Danau Toba sekitar 1 jam lebih. Pemandangannya, bolak-bal...

Tutorial Hampir Terlambat Untuk Bersama

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding. Sebentar, aku perkenalkan satu per satu: Novia Giovani (211 210 002) Fransiska Sinaga (211 210 004) Mona Liany Sinaga (211 210 006) Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008) Joab Abigail Sitompul (211 210 010) Meri Bidani Damanik (211 210 012) Gracia Medina Pinem (211 210 014) Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016) Inrinogro (211 210 018) Agus Chandra Sembiring(211 210 020) Raskami Pe...

One Day Trip Moyo Island | Nusa Tenggara Barat

Salah satu destinasi terbaik di kawasan Nusa Tenggara Barat dan lumayan tersohor sampai ke luar negeri adalah Pulau Moyo. Awalnya, mungkin kita lebih familiar dengan Pulau Lombok dengan banyaknya pantai eksotis dan pulau-pulau ciamik di sekitarnya. Nyatanya, dari kawasan Pulau Sumbawa masih tersimpan Pulau Moyo yang diam-diam bisa buat kita terpesona. Hemm... Ya setelah beberapa drama sebelum berangkat untuk liburan singkat ini, akhirnya aku dan beberapa teman berhasil untuk memijakkan kaki di Pulau Moyo. Berawal dari promosi Open Trip Pulau Moyo untuk 50 orang dari seorang teman, kami ga nyia-nyiain kesempatan itu. Harganya cukup terjangkau dibanding dengan Trip Agency lainnya, yaitu Rp 170.000/orang dengan fasilitas kapal PP, guide , sarapan dan makan siang, biaya masuk desanya, ojek jaga-jaga ketika nge- tracking . Spot tujuannya yaitu: Air Terjun Mata Jitu, Kolam Lady Diana, Kolam Biru, Takat Segele ( Tempat Snorkeling ). Kami disarankan sampai di pel...