Ini postinganku karena ada
yang nanya di Ask.FM, “Mbak,
rambutnya tebal banget ya. Sering perawatan rambut ya? Bagi-bagi dong tips
ngerawat rambutnya. Thank you!”. Aku
agak terbengong sih dengah pertanyaan itu. Rasanya ga layak aja ditujukan ke aku, hehehe..
Sejujurnya, aku bukanlah orang
yang hobi banget perawatan rambut atau peduli banget sama keadaan rambut. Aku
jauh dari pandangan itu.Aku adalah golongan perempuan yang suka menggulung
rambut dan menjepitnya dengan jedai, sebisa mungkin rambut tidak meribetkan aku saat beraktivitas. Aku kalo lagi sedang sibuk, jangan sampai deh rambut
menghalangi pandangan aku atau jatuh-jatuh ke wajah, pasti mood aku akan
boooooooommm!! Jelek.
Dan aku adalah salah satu
perempuan yang tidak begitu suka rambut panjang, cuman belakangan ini entah
gimana sifat itu goyah, aku kok jadi sering berpikir beberapa kali untuk
memotong rambut saya. Aku merasa sedih kalo rambut dipotong. Ditambah lagi
ayahku sering mengingatkan kalau rambutku itu bagus, apalagi kalo
panjang. Dulu opung doliku (Kakek) berpesan, rambutku dipanjangin saja, jangan
sering dipotong, soalnya hitam-lebat-tebal. Tapi aku ngeyel, aku tetap sering
potong rambut, tapi ga pendek-pendek banget, takut kena marah. Wkwkwk…
Ga cuman mereka sih. Kemarin ketika
terakhir potong rambut, kakak di salon juga sempat komentar,”Dek, rambut kamu
tebal ya? Bisa untuk buat sanggul 2 kepala”.Aku mah terserah aja mbaknya mau
ngomong apaan, yang penting rambutku dipotong sesuai dengan permintaan.
Awalnya aku beranggapan bahwa,
mungkin Tuhan salah menciptakan aku dengan rambut yang bisa dibilang sehat dan
diinginkan banyak kaum hawa. Karena aku bukan tipe yang telaten sekali untuk
melakukan perawatan. Tapi, lama kelamaan sisi keperempuananku, muncul
(soalnya aku agak tomboy sih, hehehe…).
Aku terpancing menjawab
pertanyaan Ask.FM dalam nge-post ini, karena aku sepertinya
menemukan jodoh baru buat rambutku. Dulu aku sering ganti-ganti shampoo dan conditioner, terus aku sering ikat rambut, ditambah lagi sejak mengenal catokan rambut, rambutku jadi rapuh, kusam, kering dan payah
diurus. Kalau bangun tidur, rambutku seperti rambut singa, kaku dan
ngembang. Wuih! Lalu aku berhenti di
salah shampoo dan conditioner ternama di negara ini,
hasilnya lumayan kok. Tapi lama kelamaan hasil setelah pemakaian jadi ga begitu
maksimal. Apa rambut saya bosan dengannya? Entahlah.
Aku bukanlah orang yang terlalu
berani untuk mencobai barang-barang baru untuk masalah perawatan diri. Cuman
karena aku melihat rambut semakin acak kadul, aku mencoba cari yang
lain. Kemudian aku teringat sama Mbak Dian Sastro. Duh, aku penggemar Mbak
Dian Sastro (do’i kan brand Ambassador-nya.
Pinter ya L’Oreal mencari Brand Ambassador). Aku begitu menjadikannya role mode Life Style. Aku pun mencoba Shampoo and Conditioner L’Oreal Total Repair 5.
Satu kata untuk pertama kali
pemakaian,”Ya elah, kok ga pake ini dari dulu? Ckckck..”. udah ngerti kan ya
maksudku? Wanginya enak dan tahan lama. Rambutku jadi lembut dan lebih
mudah diatur. Kadang kalau lagi buru-buru ke rumah sakit, aku ga perlu sisir
rambut (seriusan deh). Kalo lagi sisiran, rambut juga ga banyak yang rontok
(Inget, rambut rontok dalam jumlah sedikit, masih normal kok). Gimana aku ga
jatuh cinta?
How do they work? Shampoo and
Conditioner L’Oreal Total Repair 5 ini memperbaiki rambut 10 x lebih oke
dengan Ceramide, replika bahan alami
rambut, jadi Formula Total Repair 5 membantu memperbaiki kerusakan struktur dan
batang rambut, serta merawat kekuatan batang rambut. Dan ini formula yang cocok
dengan iklim Indonesia. Girls, you should
underline it! Harganya juga ga mahal kok, masih terjangkau untuk anak
kostan, kira-kira dibawah Rp 30.000,-.
Aku udah nyoba dan mungkin akan
bertahan sama duet mautnya Shampoo dan Conditioner L’Oreal Total Repair 5. Jangan
nunggu rambut kamu bener-bener menunjukkan tanda rambut rusak, baru
stress, dan nyari Shampoo dan Conditioner
asal-asalan. Rambut itu aksesoris alami, yang sayang sekali kalau rusak dan
salah perawatannya. Seriusan! Perawatan di salon boleh sih, sekali-sekali,
cuman untuk daily hair treatment kan
ga mesti di salon, kita sendiri bisa kok. So
how, ladies?




Comments
Post a Comment