Skip to main content

A Leyeh-Leyeh Morning at Warung Kopi

Layaknya anak kostan semi pengangguran (iya, anak koas), kalo lagi males ngapa-ngapain, bahkan untuk colokin dispenser pemanas air kemudian menyeduh teh manis hangat-pun saya mager, saya lebih memilih mengambil langkah jarak jauh, untuk sekedar sarapan di salah satu warung kopi terlama yang ada di Medan, di sekitaran pasar Pringgan. Ini Warung Kopi sudah ada sejak mama-papa saya pacaran, lalu mereka menikah, kemudian saya lahir, dan kini saya yang sarapan di situ, cuman belum ada pasangan sih.



Ya seperti biasa, saya memesan segelas teh susu panas, segelas telur setengah matang, dan dua buah kue bohong (one of Chinese culinary, I think). Susunan menu yang memang selalu saya ancang-ancang dari rumah. Enak dan mengenyangkan. Saya bisa pastikan, menu ini bisa mengenyangkan perut sampai lewat jam makan siang. Kalo dipikirkan dari sisi harga, tadi saya cuman menghabiskan uang Rp 21.000. Kalau di-compare dengan menu yang sama tapi dengan tempat yang lebih high-class atau branded, mungkin bisa 2 kali lipat. Ya kita ga bisa complain kenapa mahal, mungkin saja itu untuk membayar tipe kenyamanan yang diberikan mereka, dibandingkan apa yang diberikan Warung Kopi. Tapi, bukannya kalau tempat makan itu sejatinya tentang mengenyangkan perut? Hemm..

Ngomong-ngomong tentang Warung Kopi, emang rata-rata warung kopi, lebih awet umurnya dengan menu makanan dan tempat yang itu-itu saja, bahkan menurut kepercayaan atau memang hukum alam, kalau tempatnya diubah menjadi lebih Wah! malah bisa menghilangkan pelanggan. Sabda alam memang ada-ada saja ya, hehehe.. Syukurlah seberapalama pun berotasi, bumi menetapkan ada beberapa sisi yang harus berdiri tegak dengan kesederhanaan, tapi tetap kepuasan yang kokoh, it's called Warung Kopi.


 
Beda dengan restoran atau tempat-tempat makan nge-hits, yang mesti ada something new entah di menu atau di dekorasi ruangannya dan the most important, Ada enggak WiFi-nya? Jadi customer juga enggak bosen dengan menunya atau bisa ambil foto dengan dekorasi uniknya. Dan enggak lupa, sambil nongkrong sambil upgrade aplikasi gadget (ya, ini mungkin salah satu pengaplikasian “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”). Enggak bisa dipungkiri kalo di jaman Instagram ini, pelanggan lebih memilih “tempat mana yang bagus untu DuCan (Duduk Cantik) dan bisa nge-WiFi”. 

Ngomongin Wifi dan kopi, saya jadi ingat tentang Film "Filosofi Kopi" yang cukup menarik. Saya lupa, entah siapa yang kemarin yang menolak adanya WiFi di warung kopi itu. In other side, WarKop DKI juga lahir dari cerita-cerita di warung kopi. Nama yang biasa saja, tapi masih booming walau personilnya sudah ga ada. emang kadang-kadang yang sederhana itu yang berkesan dan ga terlupakan.


Warung Kopi emang punya kharisma tersendiri dengan sajian sederhana dan tempat seadanya. Tidak peduli bagaimana orang akan melihat kita, pakaian kita, atau bagaimana cara kita makan, kita menikmatinya. Tanpa ada WiFi, semua pertemuan benar-benar terisi. Hidup bukan hanya tentang kekinian, tapi bagaimana perut puas dengan sajian yang memang kita harapkan, walau tanpa piring yang diberi hiasan.

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...