Skip to main content

Yok, Buat Makan Buah dan Sayur Jadi Kebiasaan!!



Udah ngebet banget pengen ngelahap.

Aku sebenarnya agak dongkol dengan ucapan orang-orang kalau buah dan sayur itu mahal, susah didapat, rasanya juga ga begitu bersahabat di lidah dan jika dibeli bakalan cepat busuk kalau ga dimasukkan ke kulkas. Apa ya, itu semacam mencari pembenaran kalau makan buah dan sayur, menyusahkan dan boros. Ah-elah, tolong! 

Jauh sebelum aku ingin menginspirasi orang-orang untuk lebih mengkonsumsi buah dan sayur, di rumah, aku diajarkan untuk teratur makan buah dan sayur. Kenapa? Di tubuh kita banyak toksin-toksin atau racun yang datangnya entah darimana saja - tanpa kita sadari, yang bisa mempengaruhi system kerja organ dalam tubuh. Ujung-ujungnya bisa menurunkan efektifitas kerja organ, menurunkan kualitas imunitas tubuh, toksin dan bakteri pathogen nongkrong di jaringan tubuh, tubuh sakit, uring-uringan, ga kerja, dan terakhir, nyusahin orang. Mau?

Mama aku bukanlah dokter, tapi dia itu pintar memelihara kesehatan, terlebih lagi rumah kami itu berdiri di lingkungan rumah sakit dan pabrik. Udah tergambar dong ya berapa banyak benda-benda asing yang mencoba nyusup ke tubuh dan mengganggu system imunitas. Jadi mamaku memang selalu menyediakan buah, minimal buah jeruk atau pear. Mereka itu tinggi mineral dan vitamin. Dan kalau untuk makan sehari-hari, sesibuk-sibuknya beliau, mama akan menyajikan lalapan atau sayur sekedar rebus. See? Ga repot, kalo kita niat. Kalo udah ga niat----------ah udah ga ada lagi pengandaian kalo sangkin malasnya makan sayur dan buah.

Bentar-bentar, biar Update Blog
Karena begitulah, kebiasaan itu jadi terbawa-bawa sampai sekarang. Memang waktu awal-awal kuliah, aku malas sekali makan buah, tapi kalo sayur tetap jadi menu aku. Kenapa malas makan buah? Malas beli, lokasi pasar rada jauh dari kostan, jadi aku malas jalan ke pasarnya itu. Kenapa malas makan buah? Malas kupas kulitnya, kebiasaan dikupasin sama mama. Kenapa malas makan buah? Ya, emang malas aja, lebih suka ngemil. Jadi inti sebenarnya dari alibi-alibi tadi, yaaaa MALAS. Wkwkwkwkwkwkwk…

Tapi, seiring aku koas, aku beberapa kali menemukan pasien (bahkan seumuran aku) yang sudah terkena penyakit, mau dari yang akut- kronis. Seperti yang aku bilang di blog aku kemarin "Memutuskan Untuk Hengkang Memanjakan Perut", aku ada makhluk yang parno-an. Aku memang calon dokter, tapi aku paling benci sama yang namanya rumah sakit. Rasanya itu tempat yang mengerikan, menyedihkan, dan kurungan yang paling enggak banget. Rasanya kalo udah masuk rumah sakit, beberapa persen dari jatah usia udah menguap tak jelas arahnya. Duh, jauh-jauhlah ya Gusti.

Kalo dibilang buah itu mahal, aku agak bingung. Kemarin sebelum aku makan buah, aku sempat mengkalkulasi harga buah yang aku makan. Jadi, aku itu baru beli 2 buah naga dan 4 buah kiwi di Pasar Buah Pondok Indah, Medan. Entah, aku bahagia kalo masuk ke sini. Mata aku segar sekali! Pokoknya untuk sekali makan, setengah potong buah naga + 1 buah kiwi, aku hitung-hitung cuman habis Rp 13.246,-. 1 porsi Itu pun berlebih, bisa dibagi 2 lagi, jadi sekitar Rp 6.623,- (yaudah cincai-cincai, genapin jadi Rp 7.000,-) Nah kalo dibandingkan dengan 1 nasi goreng + es teh manis, bisa kena hampir Rp 15.000,- untuk sekali makan. Jadi piye? Mikirin mahal lagi?

Oke, aku makan dulu yaa
Pernah denger "Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan langsung dimuntahkan"? Nah, itu prinsip wajib ketika kita mau berhijrah pola makan, yang mengedepankan porsi buah dan sayur. Berdasarkan artikel berita "Anak Muda Jakarta Konsumsi Karbohidrat Berlebih" tingkat konsumsi karbohidrat dan kurangnya makan makanan tinggi serat akan meningkatkan jumlah penderita diabetes tipe dua, dan itu akan terjadi pada usia-usia produktif, yang ujung-ujungnya akan menurunkan kesejahteraan dan malaaaaah menambah beban negara. Geng, hidup kalian ga nge-hits banget kalo jadi beban orang lain. Iyuggghh....



Jadi gimana? Masih pada stuck di gaya hidup yang gitu-gitu aja? Mau sehat atau ga, itu emang salah satu pilihan hidup kok. Ga ada yang maksa, suer deh! Tapi, aku sekarang memilih menjadikan buah dan sayur sebagai makanan sehari-hari dan bahkan cemilan, hyehehehe.. Kamu gimana, shaaayy?


Comments

  1. Setelah sliweran, kadang bilang 'aku' kadang bilang 'saya'. Si Saya dan Aku akhirnya kebingungan hahah

    ReplyDelete
  2. hhaha, ga fokus pas nulis kayanya qaqa :''')

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Odessa Matte Lipstick Shade Odovan & Sunshine | My Favorite Daily Lipstick

Beberapa hari, sebelum ujian, aku sempat mengunjungi salah satu Mall baru di Medan. Mall- nya tidak begitu besar, cuman isinya lumayan lengkap kok. Namanya  Manhattan Times Square Medan  dengan ada semacam hotel atau apartemen yang nyatu dengan Mall-nya (kurang tahu), cuman  terakhir aku ke sana, masih dalam pembangunan. Ketika aku jalan-jalan disekitar tempat make up , aku menemukan satu produk baru, yang sama sekali belum pernah aku pake dan aku temui review nya. Ga usah pakai, denger namanya juga baru waktu itu. Padahal awalnya mau nyari lipstik merek lain. Cuman, pas aku nyoba, i feel love at the first sight. Sebelumnya, kayanya setelah aku perhatikan, tahun 2017 ini tahun warna nude merajai disegala aspek tema make up , mau itu make up kerja, make up hang out , atau bahkan make up nikahan. Memang warna nude itu punya kesan lembut dan berkelas. Dan untungnya, kulit wajahku emang berjodoh dengan warna ber- genre nude. HAZEEEEEEK!! Odessa Matt...

[REVIEW] Tea Tree Oil - Jerawat Kempes

Eaaak!! Siapa deh yang musuhnya jerawat. Puji Tuhan, Alhamdullilah ya, aku bukan daily-rival -nya jerawat. Aku emang bukan turunan dari spesies orangtua yang berjerawat. Jadi saya bukan termasuk orang yang butuh perhatian khusus untuk menampis yang namanya jerawat.  Kehidupanku dan Jerawat Jerawat itu mah pada dasarnya salah satu proses fisiologisnya tubuh kok, salah satu penanda kamu itu udah akil balig. Kenapa? Brarti disitu ada proses adaptasi tubuh dengan adanya perubahan sistem hormonal kamu.  Jadi inget, dulu waktu masih SMP,  jidatku memang lahan subur buat tumbuh jerawat. Selain karena proses akil balig, wajahku emang jenis yang normal-oily , tapi ga berminyak2 kali kok. Justru seharusnya kamu bersyukur kalo punya kulit yang sedikit oily , karena kulit kamu akan tetap kenyal dan tidak mudah kering. Kebayang dong kalo kulit wajah kering, terus wajah sering berekspresi, sadar ga sadar akan cepat timbul kerutan-kerutan, semacam proses p...

Pengakuan 1

Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe.. Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku. Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya. Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari g...